DPRD Tapsel temukan kejanggalan Atas Pembangunan Prasaran Tahun 2009 dan 2010

Komisi III DPRD Tapanuli Selatan saat ini sedang merampungkan laporan atas hasil monitoring mereka di lapangan. Dalam waktu dekat semuanya akan dibeberkan kepada media.

“Tidak ada yang ditutupi, tapi mohon bersabar dulu,” kata ketua Komisi III Mahmud Lubis, tadi malam.

Hal itu mereka sampaikan untuk menjawab cercaan pertanyaan dari wartawan tentang hasil monitoring Komisi III DPRD Tapsel atas pembangunan sarana prasarana tahun anggaran 2009 dan 2010 di Tapsel.

Menurut Mahmud, dalam sepekan terakhir Komisi III memonitoring bangunan fisik sarana prasarana di lapangan. Sejauh ini baru lima kecamatan yang termonitoring, Batang Toru, Muara Batang Toru, Marancar, Angkola Barat, dan Angkola Sangkunur.

“Kita menemukan banyak kejanggalan di lapangan. Meski demikian kita juga menemukan pembangunan yang baik. Saat ini sedang dalam proses pemberkasan laporan, kalau sudah selesai akan kita buka semua,” ujarnya.

Ketika didesak kapan laporan itu dibuka kepada wartawan, sekretaris Komisi III Borkat, menjanjikan paling lambat, Minggu (1/8). Pihaknya berjanji tidak akan ada yang ditutup-tutupi.

Ditanya apakah ada hal lain yang menghambat, sehingga temuan itu belum dibeberkan kepada media. Karena selama ini Komisi III dikenal vokal dan tidak kenal waktu untuk menjawab pertanyaan wartawan terkait temuan mereka di lapangan.

“Tidak ada yang mempengaruhi kita. Hanya saja belum bisa dibeberkan karena laorannya masih dalam proses pengetikan,” tuturnya.

Baca Juga :  Rupiah Sentuh Rp9.003/USD

Untuk diketahui, Komisi III DPRD Tapsel yang salah satu tugasnya membidangai pembangunan sara parasaran daerah, dikenal vokal dan kritis terhadap hasil pembangunan yang tidak memenuhi standar di Tapsel.

Sepekan terakhir ini Komisi pimpinan Mahmud Lubis itu melakukan monitoring pembangunan sarana prasarana di Tapsel. Sementara laporan hasil monitoring masih dalam proses pemberkasan.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=132868:dprd-tapsel-temukan-kejanggalan&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. jangan lupa bung Mahmud dan bung Borkat dengan masalah e-GOV harus dituntaskan…..pembangunan jaring apung yang di Siais (sumber dana APBN)…bantuan sentra-sentra industri kerajinan yang dimaksud memberdayakan masyarakat namun yang terjadi malah masyarakat diperdaya,…..mohon semua kasus jangan sampai ada cerita 86…masyarakat telah disakiti hati nya; kasus DAK di Dinas Penidikan juga harus dituntaskan….jangan komite sama kepala sekolah dipersalahkan melulu padahal kebijakan dari atasan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*