DPRD Temukan Proyek Diduga Fiktif Di Humbang Hasundutan

Pasca penyampaian nota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), anggota DPRD di daerah ini melakukan peninjauan ke sejumlah kecamatan terkait realisasi sejumlah proyek fisik dan non fisik dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2009. Dari hasil peninjauan itu, DPRD menemukan sejumlah proyek yang diduga fiktif, yakni proyek yang dikelola oleh Dinas Prasarana Wilayah dan Dinas Kehutanan.

Hasil temuan proyek fiktif tersebut, dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor 13 Tahun 2010 tentang rekomendasi nota LKPj Bupati Humbahas tahun 2009. Masing-masing proyek yang diduga fiktif itu adalah, pembangunan bronjong dan pelebaran jalan Onan Ganjang ke Sijama Polang tujuan Parmonangan sepanjang 3.000 x 3,5 meter dari Dinas Prasarana Wilayah dan proyek pembuatan hutan rakyat di Desa Batu Nagodang, Kecamatan Onan Ganjang seluas 60 hektare.

Selain proyek fiktif, dewan juga menemukan sejumlah proyek Dinas Prasarana Wilayah Kabupaten Humbahas yang dinilai kualitasnya sangat rendah. Di antaranya, perkerasan jalan jurusan kantor Camat Sijama Polang sepanjang 170 x 3 meter, pengaspalan atau pemeliharaan periodik jalan dari Siborboron sampai Bonan Dolok sepanjang 1.600 x 3 meter, pengaspalan jalan di Desa Siambaton Julu, Kecamatan Pakkat  dan pengaspalan Jalan Parlilitan Pea Raja-Ambalo sepanjang 1.500 x 3 meter.

Plt Kadis Kehutanan Humbahas, Victor Masarrang, saat dikonfirmasi METRO, Jumat (30/7) terkait temuan dewan soal proyek penanaman hutan rakyat di Batu Nagodang, Kecamatan Onan Ganjang yang juga diduga fiktif tidak berada di kantornya. Sejumlah pegawai di kantor tersebut mengatakan, Victor Masarrang sedang ke luar kantor.

Baca Juga :  The Other Side Of North Sumatera

Saat METRO menghubungi nomor telepon selulernya, Minggu (1/8) Victor Masarrang tidak mengangkat telepon genggamnya.

Demikian juga Kepala Dinas Prasarana Wilayah, Manimbul Silalahi. Saat dikonfirmasi METRO, Minggu (1/8) via selulernya tidak berhasil, karena HP yang bersangkutan tidak aktif. Sebelumnya, Jumat (30/7) sekitar pukul 15.00 WIB Manimbul juga tidak berada di kantornya. Dua orang staf di ruang sekretariat dinas tersebut mengatakan, Manimbul Silalahi sedang kelapangan.

Menanggapi proyek yang diduga fiktif tersebut, Ketua LSM Pijar Keadilan Humbahas, Lambok Situmeang SE kepada METRO, Minggu (1/8) mengatakan, sebaiknya DPRD Humbahas juga menyampaikan tembusan temuan tersebut ke penegak hukum guna diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kita sampaikan apresiasi atas temuan dewan itu. Tapi sebaiknya atas temuan tersebut, dewan dengan salah satu fungsinya dalam pengawasan juga menyampaikan hasil temuan itu kepada penegak hukum agar diproses sesuai dengan paraturan yang berlaku di Negara ini, jangan hanya disampaikan di siding paripurna saja,” tegas Lambok.

Sedangkan sejumlah tokoh pemuda asal Kecamatan Lintong Nihuta, Leo Sihombing dan Miduk Hutasoit mendukung DPRD Humbahas agar segera melaporkan temuan tersebut ke penegak hukum.

“Kita siap mendukung DPRD untuk melaporkan temuan mereka, bila penting, kita juga membuat laporan pengaduan,” tegas Leo Sihombing.

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/DPRD_Temukan_Proyek_Diduga_Fiktif_Di_Humbang_Hasundutan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Gubsu Ingatkan Satpol PP se-Sumut

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*