DPRDSU: Banjir Bandang Tapsel murni bencana

www.waspada.co.id
(illustrasi dari http://batakpos-online.com/content/view/11168/48/)

MEDAN – Banjir bandang yang melanda kecamatan Sayur Matinggi kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang menewaskan tiga orang warga dan merendam rumah para warga, serta merusak lahan pertanian, menurut wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara (DPRDSU), Chaidir Ritonga, adalah murni bencana alam.

Chaidir yang juga merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Tapanuli Bagian Selatan (Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara dan Kota Padangsidempuan) mengaku di kawasan bencana tidak ada aktivitas penebangan liar (illegal logging).

Sebab, ujarnya kawasan tersebut bukan merupakan kawasan hutan, dan sepengetahuannya saat berkunjung kesejumlah daerah di Tapsel, khususnya di Sayur Matinggi tidak ada terlihat aktifitas illegal logging, dan kawasan itu memang merupakan transisi Madina dengan Tapsel.

”Jadi menurut saya, bencana banjir bandang di murni bencana alam,” katanya menilai.

Ia mengaku, terkait bencana di Tapsel sudah mulai ditangani Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), bahwa saat ini sudah dilaksanakan tanggap darurat dan dikirimkan tim Pemprovsu ke daerah bencana, mengatasi bencana yang terjadi di Tapsel. ”Kita berharap, para korban segera dapat dievakuasi,” imbuhnya berharap.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Aek Siraisan, Potensi Wisata Palas yang Menjanjikan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*