DPRDSU: Ratusan Hektar Hutan Lindung “Dibabat Habis”

Tim Reses Dapem VIII Jadualkan “Turun” ke Lokasi Pembabatan Hutan

logging 460 885679c DPRDSU: Ratusan Hektar Hutan Lindung “Dibabat Habis”Komisi B DPRD Sumut terkejut, akibat ratusan hektar hutan lindung di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbahas sudah habis “dibabat” para pengusaha kayu dengan dalih mengantongi izin IPKTM (Izin Pemanfaatan Kayu Tanaman Masyarakat) dari Pemkab setempat.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi B DPRD Sumut yang juga anggota dewan dapem (daerah pemilihan) VIII Wilayah Tapanuli Aduhot Simamora kepada wartawan, Senin (15/11) di DPRD Sumut seusai menerima pengaduan masyarakat menyangkut pembabatan hutan lindung di Kecamatan Pollung Humbahas.

“Sangat mengejutkan, kawasan hutan lindung di Pollung telah habis dibabat para pengusaha kayu tanpa ada tindakan dari aparat terkait. Padahal hutan tersebut masuk dalam kawasan Register 44, sehingga diharapkan kepada Pemkab Cq Dinas Kehutanan Humbahas segera menyetop aksi pembabatan hutan dimaksud,” ujar Aduhot Simamora.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat, ujar Simamora, para pengusaha kayu telah mengantongi 12 izin IPKTM, sehingga dengan leluasa telah menguasai hutan di kawasan Humbahas. Padahal, berdasarkan SK Menhut No44/2003, hutan tersebut berada di kawasan hutan lindung, sehingga siapapun tidak berhak menguasai hasil hutan, tanpa ada izin dari Menhut.

Berkaitan dengan itu, Bendahara FP Hanura itu mendesak instansi terkait segera meneliti keberadaan para pengusaha kayu yang saat ini sedang menguasai hutan Pollung. Jika benar, hutan tersebut masuk kawasan hutan lindung sesuai SK Menhut No 44, segera dilakukan tindakan tegas dengan menangkap para “bos-bos” hutan, demi tegaknya supremasi hukum.

Baca Juga :  Musisi Austria Hermann Delago Akan Tampil di Samosir

“Dari data yang kita peroleh, terjadinya banjir bandang di Samosir yang menelan korban jiwa serta menghancurkan rumah penduduk beberapa bulan lalu, tidak terlepas dari maraknya pembabatan hutan di Kecamatan Pollung, sehingga sangat diharapkan aparat terkait segera menghentikan aksi penghancuran hutan dengan dalih izin apapun,” tegas Simamora.

Karena itu, jelas Simamora, pihaknya bersama seluruh anggota dewan Dapem VIII Wilayah Tapanuli telah menjadualkn akan turun ke lapangan melihat secara langsung aksi pembabatan hutan lindung di Pollung pada 18 Nopember 2010 dikaitkan dengan masa Reses DPRD Sumut ke wilyah dapemnya masing-masing.

“Kita tidak mau hutan kita dibabat oleh oknum-oknum pengusaha tanpa memperhatikan efek negatifnya, seperti tanah longsor, bencana alam, maupun banjir bandang yang baru-baru ini menimpa rakyat Samosir,” tegas Simamora sembari mendesak aparat terkait segera turun tangan menghentikan aksi pembabatan hutan sekaligus mengusut para pelakunya. *** (inimedaanbung.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. BIANG DO HAMU PAR TPL i termasuk si Ramson simamora par saitnihuta dsanggul on pura2 markomentar do si biang on hape biang ni TPL do hape, pette ma di simpang sait nihuta ate jou dangammmi si TPL i

  2. Biang do ho haroa Ramson botulbotul dang simamora ho haroa anak ni habbbinbg do ho nga mangan ho sian TPL dipaburukburuk kodope biang do mamora sian dia ho

  3. Sesungguhnya yang membabat hutan itu adalah pengusaha pemilik HPH seperti kalau di kabupaten Humbahas, ada PT. Toba Pulp Lestari (TPL) di daerah itu. Berulang kali anggota DPRD, DPR RI datang melihat, tetapi hasilnya…. tetap dibabat habis. Apa sudah terjadi deal dengan pemilik HPH?
    Saya putra daerah Dolok Sanggul kecewa melihatnya. Apakah harus rakyat yang bertindak dengan caranya sendiri?
    Horas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*