Drama Teatrikal Sisingamangaraja XII di Hari Pahlawan

(Analisa/tohong p harahap) TAMPIL: Puluhan pelajar dari SMA Negeri 1 Padang Bolak bersama personel TNI AD Kompi Senapan-C123/Rajawali Gunung tua dan Danramil 05 Gunung Tua menampilkan teatrikal perjuangan Pahlawan Sisingamangaraja XII pada upacara peringatan Hari Pahlawan di lapangan Alun-alun Kota Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Senin (10/11).

Paluta,  Upacara peringatan Hari Pahlawan di Alun-alun Kota Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak dirangkai dengan drama teatrikal tentang perjuangan pahlawan dari tanah Batak, Raja Sisingamangaraja XII, Senin (10/11).

Drama yang ditampilkan puluhan siswa-siswi dari SMA Negeri 1 Padang Bolak bersama dengan personel TNI AD Kompi Senapan-C123/Rajawali Gunung tua dan Danramil 05 Gunung Tua ini berhasil memukau para warga dan undangan yang hadir dalam mengikuti upacara.

Drama teatrikal yang mengisahkan perjuangan Raja Sisingamangaraja XII yang terus dengan segala upaya mempertahankan tanah batak dari tangan penjajah, dimulai dari salah satu siswa SMA Negeri 1 Padang Bolak yang berperan sebagai Sisingamangaraja XII.

Sisingamangaraja XII dinobatkan menjadi Raja Batak di usia 19 tahun. Sampai pada tahun 1886, hampir seluruh Sumatera sudah dikuasai Belanda kecuali Aceh dan tanah Batak yang masih berada dalam situasi merdeka dan damai di bawah pimpinan Raja Sisingamangaraja XII yang masih muda.

Rakyat bertani dan beternak, berburu dan sedikit-sedikit berdagang. Sisingamangaraja XII dikenal dengan anti perbudakan, anti penindasan dan sangat menghargai kemerdekaan. Belanda waktu itu masih mengakui Tanah Batak sebagai “De Onafhankelijke Bataklandan” (Daerah Batak yang tidak tergantung pada Belanda). Tahun 1907, pasukan Belanda yang dinamakan Kolonel Macan atau Brigade Setan mengepung Sisingamangaraja XII.

Baca Juga :  Penderita Gizi Buruk dari MADINA Bebas Biaya Perobatan

Tetapi Sisingamangaraja XII tidak bersedia menyerah. Ia bertempur sampai titik darah penghabisan. Boru Sagala, Istri Sisingamangaraja XII, ditangkap pasukan Belanda. Ikut tertangkap putra-putri Sisingamangaraja XII yang masih kecil. Raja Buntal dan Pangkilim.

Menyusul Boru Situmorang Ibunda Sisingamangaraja XII juga ditangkap, menyusul Sunting Mariam, putri Sisingamangaraja XII dan lain-lain.

Tahun 1907, di pinggir kali Aek Sibulbulon, di suatu desa yang namanya Si Onom Hudon, di perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Dairi yang sekarang, gugurlah Sisingamangaraja XII oleh peluru Marsuse Belanda pimpinan Kapten Christoffel. Sisingamangaraja XII gugur bersama dua putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi serta putrinya Lopian.

Demikian sepenggal kisah Raja Sisingamangaraja XII yang di bawakan oleh pelajar SMA Negeri 1 Padang Bolak yang dibimbing Kepala Sekolah Ali Usman Siregar.

Kaban Kesbangpollinmas Paluta Burhan Harahap melalui Kabid wawasan Kebangsaan Sugeng Siregar mengatakan, pesan para pahlawan tersebut mengandung arti bahwasanya masyarakat Paluta khususnya pemuda diharapkan dapat merasa ikut memiliki dan bertanggung jawab serta berperan aktif dalam memajukan Indonesia khususnya daerah Paluta.

Sugeng menambahkan, dengan pagelaran aksi teatrikal tentang perjuangan Sisingamangaraja XII, masyarakat Paluta khususnya pemuda diharapkan dapat mengambil hikmah tentang arti dari perjuangan tersebut serta dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari dalam mengisi kemerdekaan dan mendukung percepatan pembangunan khususnya di daerah Paluta.

Baca Juga :  Terkait Kantor Sekwan Palas Dipalang

Di akhir acara, Pemkab Paluta juga memberikan tali asih kepada para veteran dan janda veteran yang sempat meneteskan air mata saat menyaksikan aksi teatrikal tersebut karena terkenang akan masa-masa perjuangan pada masa penjajahan. (ong)

/(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*