Dua Jembatan Terbesar di Madina Terancam Putus

Analisa/sarman a nasution) Ketua DPRD Madina, AS Imran Khaitammy Daulay SH, Wakil Ketua DPRD Madina, Fahrizal Efendi Nasution SH bersama Wakil Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution di dampingi sejumlah anggota DPRD Madina bersama sejumlah kepala SKPD meninjau dua jembatan terbesar yang menyeberangi sungai Batang Gadis, Kamis (24/11).

Panyabungan, (Analisa). Dua jembatan terbesar menyeberangi sungai Batang Gadis di Kabupaten Mandailing Natal terancam putus. Karenanya, Ketua DPRD Madina AS Imran Khaitammy Daulay SH meminta pemerintah Kabupaten Mandai-ling Natal (Madina) untuk segera melakukan perbaikan.

Kedua jembatan tersebut yakni Jembatan Abdul Hakim Ritonga di Desa Jambur Padang Matinggi Kecamatan Panyabungan Utara, dan Jembatan Parmato Soambaton di Pancinaran Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal.

“Dua jembatan terbesar merupakan aset negara yang mempermudah sarana transportasi warga kebeberapa kecamatan di seberang Sungai Batang Gadis, sehingga jembatan yang terancam putus tersebut akibat luapan arus sungai Batang Gadis dalam waktu satu minggu ini yang membuat pondasi hingga badan jalan di kedua sisinya terancam longsor,” sebut Imran di Jembatan A Hakim Ritonga, Kamis (24/11).

Dikatakannyan, ketika meninjau jembatan tersebut, selain dari kondisi jembatan yang akan putus tersebut, badan jalan juga akan terputus oleh aliran sungai ) Batang Gadis.

“Kondisi sungai liar dan berpindah-pindah ini harus segera diatasi dengan melakukan pelurusan sungai sepanjang 1 Km dari jembatan gantung di Desa Kampung Baru, hingga jembatan A Hakim, agar terselamatkan jembatan itu, juga areal perkebunan warga yang berada di kedua sisi sungai,” sebutnya.

Imran juga meminta, pembuatan bronjong dan dek di hulu jembatan Parmato Soambaton. “Jika tidak segera dilakukan antisipasi, dihawatirkan jika luapan air tinggi jembatan tersebut akan terputus,” katanya.

Pelurusan Sungai

Baca Juga :  Soal Gaji PNS Bulan September, Pemko Sidimpuan Tunggu Kebijakan Pusat

Wakil Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution bersama Plt Kadis PU Madina Ir Samari Pulungan yang ikut melihat kondisi dua jembatan terbesar di Madina yang menjadi sarana transportasi utama warga di seberang Sungai Batang Gadis, menginstruksikan instansi terkait untuk segera melakukan upaya pelurusan sungai.

“Lebih baik kita melakukan antisipasi dini untuk mengurangi kerugian lebih besar,” katanya.

Dikatakannya, dua kecamatan di seberang Sungai Batang Gadis ini masih dalam kondisi peningkatan ekonomi dampak dari pembangunan jembatan tersebut.

Karena sebelumnya warga harus memakai sampan dan rakit ketika menyeberang, belum lagi hasil pertanian di wilayah tersebut harganya di bawah standar akibat tingginya biaya angkut.

Dahlan mengharapkan, kepada masyarakat yang lahanya terkena pelurusan sungai Batang Gadis untuk menyelamatkan jembatan A Hakim, agar tidak mempersulit demi untuk kepetingan umum.

“Pihak kecamatan juga harus mensosialisasikan kepada pemilik lahan yang berada di pinggiran sungai Batang Gadis sepanjang 1 Km, agar memberikan kemudahan pembebasan lahan, karena semua ini demi kepentingan warga,” katanya.

Hadir dalam peninjauan dua jembatan terbesar di Madina tersebut, Wakil Ketua DPRD Madina, Fahrizal Efendi Nasution, Anggota DPRD Madina, Iskandar Hasibuan, Irwan Nasution, Riadi Husnan LC, Sobirin LC, Sekwan Madina, Zulkanain SH, Camat Naga Juang, Edi Matondang dan Camat Hutabargot Hendra Parwana. (man)

 

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  5 Orang Usia Sekolah Tewas Tertimbun Di Tambang Emas

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*