Dua Kali Dikejar, Maling Hilang di Rawa Tanggal

MENGHILANG – Puluhan warga menyaksikan tempat terakhir maling sebelum menghilang di Rawa Tanggal, usai beraksi di kediaman I br Nasution, Selasa (2/6). – (Samman Pohan/Metro Tabagsel)

Gagal Beraksi di Kampung Tobat, Mencuri di Gang Natama

SIDIMPUAN – Maling yang satu ini bernasib mujur. Meski dua kali dikejar massa dari dua tempat berbeda, ia bisa lolos dan akhirnya menghilang di Rawa Tanggal, Psp Utara, Selasa (2/6) pukul 07.00 WIB.

Adalah Ir Br Nasution (45) warga Gang Natama II, Kelurahan Batang Ayumi Julu, Psp Utara, yang menjadi korban. Menurut br Nasution kepada METRO TABAGSEl, kemarin, awalnya ia sama sekali tak menyangka bakal kedatangan maling.

“Pagi itu sekira pukul 07.00 WIB saya di kamar dan mendengar suara ribut-ribut (suara orang mencari maling) dari luar rumah,” ujarnya membuka pembicaraan.

Nah, karena penasaran, ia pun keluar dari kamar. Ternyata maling yang masih misterius ini bersembunyi di balik pintu kediamannya.

“Sewaktu saya keluar kamar itulah, tiba-tiba dia (maling) langsung mendorongkan kursi ke arah saya. Mungkin maksudnya hendak membuat saya terjatuh atau biar pelariannya mulus. Saya pun kaget. Begitu saya terkejut sambil melihatnya, ia pun lari ke luar rumah.”
Diteruskan boru Nasution, saat itu ia hanya sekilas melihat fisik pelaku.

“Ciri-cirinya kurang jelas. Tapi dia itu pakai celana jeans warga hitam dan kaos berwarna cokelat. Wajahnya tidak begitu tanda, tapi jelas bukan wajah garang,” terang wanita paruh baya ini sembari ditemani kedua anaknya yang masih berusia 10 dan 12 tahunan.

Setelah itu, korban menjerit. Warga sekitar yang mendengar jeritan di pagi itu langsung keluar dan melakukan pengejaran. Selanjutnya boru Nasution langsung memeriksa seisi rumah. Setelah diperiksa secara seksama, barulah diketahui bahwa uang senilai Rp2 juta beserta 1 unit laptop dan 1 unit iPad milik keluarganya yang datang dari Kota Medan dan tinggal di sana, raib. Selain itu, korban juga kehilangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil Corona milknya.

Baca Juga :  Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak tanah di Kabupaten Padang Lawas (Palas) ditetapkan sebesar Rp3.000 per liter

“Kalau laptop dan iPad itu akhirnya ditemukan dan tercecer di perkebunan,” tukas boru Nasution.

Di sisi lain, warga yang melakukan pengejaran, terus memburu pelaku. Namun tetap saja sang maling menang cepat. Parahnya, pengejaran warga pun harus terhenti ketika pelaku menyeberangi sungai Batang Ayumi. Lolos dari arus deras sungai, pelaku melanjutkan larinya menuju rawa-rawa yang posisinya berdampingan dengan sungai. Rawa itu dikenal warga sebagai Rawa Tanggal. Setelah itu, warga menduga pelaku masuk ke hutan.

“Pencurinya masuk ke rawa, tapi masih ada satu orang yang mencarinya di bawah sana. Sepertinya pelaku lari dan merayap dari bawah batang gelegah yang ada di rawa itu. Padahal dia (pelaku) sudah dikejar dari Kampung Tobat sana, tapi tak bisa dapat juga,” ucap salah seorang warga yang menyaksikan pencarian pencuri di sekitar Rawa Tanggal.

Sebelumnya seorang nenek bernama A br Harahap (70), sempat melihat pelaku di kebun sayur mayur di sekitar kediamannya, sebelum beraksi di kediaman boru Nasution yang merupakan anaknya.

Hal itu dikatakan br Harahap kepada METRO TABAGSEL. Diterangkannya, pagi itu ia sedang menikmati pemandangan pagi dari serambi rumahnya. Namun mendadak ia melihat ada seorang pria yang belakang diketahui sebagai perampok tersebut.

Boru Harahap menyangka pria itu sedang mencari jalan.

“Sewaktu kulihat, dia (pelaku) pura-pura menelepon dengan mengatakan bahwa ia sedang berada di gang depan Hotel Natama II,” ujarnya sembari menunjukkan posisinya saat itu. Namun dalam hitungan detik kemudian, pria itu tak kelihatan lagi.

Baca Juga :  Ujian CPNS di Tabagsel 1.501 Peserta Absen

“Baru tak lama kemudian, datang tiga pemuda yang menanyakan apakah ada datang ke sini pencuri. Tiba-tiba pencurinya sudah keluar dari rumah anakku dan lari ke bawah,” tambahnya. Saat itu langsung terjadi lagi aksi kejar-kejaran antara warga dan pelaku.

Namun sebelum terjadi pencurian di kediaman br Nasution, pelaku rupanya sudah beraksi di kawasan Kampung Tobat, tepatnya sekira setengah jam sebelumnya.

Menurut informasi yang diterima METRO, pelaku dipergoki warga saat mencongkel jendela di kediaman Rahmat, warga setempat.

Namun sebelum berhasil mencuri, pelaku dipergoki warga dan dikejar oleh tiga pria hingga ke Kelurahan batang Ayumi Julu. Kapolres Padangsidimpuan AKBP Muhammad Helmi Lubis SIK melalui Kasat Reskrim AKP DB Diriono yang disampaikan KBO Ipda JJ Harahap mengatakan, pihaknya memang sudah menerima laporan dari korban pencurian tersebut.

“Sudah, baru ini kita terima (laporannya). Sementara saat ini kita sedang memburu pelakunya,” ungkap Harahap lewat sambungan telepon selular. (mag-01)


METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*