Dua Kelompok Di Tj. Morawa Bentrok Rebutan Lahan

Tanjung Morawa, Hingga Senin (08/08/2011), pihak Polres Deli Serdang dan Polsek Tanjung Morawa masih melakukan pengawalan ketat di areal eks HGU PTPN II, Desa Dagang Kerawan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Sebelumnya, Ahad (07/08/2011) sekitar pukul 16.20 WIB, Kelompok Tani Jas Merah terlibat bentrok dengan Kelompok Yayasan Nurul Amaliah Tanjung Morawa karena sama-sama mengklaim lahan tersebut.

Kelompok YNA mengaku memiliki lahan tersebut sebagai ganti rugi dari pihak PTPN II yang disetujui Menteri BUMN, sedangkan Kelompok Jas Merah mengaku lahan tersebut milik nenek moyang mereka yang direbut oleh pihak perkebunan beberapa puluh tahun silam.

Akibat bentrokan, 6 warga dari kelompok Yayasan Nurul Amaliah mengalami luka-luka. Keenam warga yang mengalami luka-luka, Sarioto Rianto (35) warga Dusun IV Desa Delitua, Kecamatan Namorambe, mengalami luka bacok di bagian kening kiri dan mendapat perawatan medis 10 jahitan, bagian pinggang dan tangan kiri mengalami luka lecet sedang bahu kanan mengalami luka memar.

Selanjutnya, Adi Sucipto (43) warga Dusun III Desa Dagang Kerawan, mengalami luka memar, Hendra Irawan (34) warga Dusun I Desa Dagang Kerawan mengalami luka memar di bagian punggung, lengan kiri dan luka lecet di kedua siku tangan.

Sazu Handian Ginting (24) warga Dusun VI Gang Tarigan Desa Bandar Labuhan, mengalami luka lecet dibagian pinggang kiri. Budi Aji (25) mengalami luka memar dibaigan pinggang kiri, dan luka lecet dibagian punggung, dan Drs H Sofian Husein (47) mengalami luka memar dibagian kepala dan pinggang, serta luka gores dibagian perut.

Baca Juga :  Kasus 1.850 Kios di Pasar Dwikora Siantar Dibakar - Hulman harus Bertanggungjawab

Informasi diperoleh, sebelumnya puluhan warga penggarap hendak menanam ubi di lahan tersebut. Melihat hal itu, beberapa kelompok dari Yayasan Nurul Amaliah mendatangi lokasi untuk melarang aksi yang dilakukan warga tersebut. Karena dilarang, puluhan warga dari kelompok Eko Sofianto Cs menyerang kelompok Yayasan Nurul Amaliah dengan senjata tajam berupa parang, kelewang dan tombak serta balok.

Akibatnya, 6 warga dari kelompok Yayasan Nurul Amaliah mengalami luka-luka, sedang dari kelompok masyarakat belum diketahui ada yang terluka. Selanjutnya, 6 warga yang terluka langsung membuat pengaduan ke Polsek Tanjung Morawa.

Kapolsek Tanjung Morawa AKP Malto S Datuan ST ketika dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Iptu Adi Alfian membenarkan adanya bentrok dari 2 kelompok warga. Kelompok Yayasan Nurul Amaliah sudah membuat pengaduan, ujarnya. (BS-028)

(beritasumut.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*