Dua Minggu Lagi, Berkas Dugaan Korupsi PS Sidimpuan Dilimpahkan

Direncanakan dua minggu lagi, berkas dua tersangka dugaan korupsi Persatuan Sepakbola (PS) Sidimpuan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Demikian Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padangsidimpuan Indrasyah Djohan melalui Kasipidsus Yhuda Utama Putra kepada Analisa melalui telepon selulernya, Rabu (13/4).

Dikatakan, saat ini kedua berkas tersangka masing-masing Wakil Manejer PS Sidimpuan, HAN dan mantan Kadispora Budpar Pemko Sidempuan , HMSP telah memasuki tahapan pelimpahan dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Tadi pagi, penyidik sudah melimpahkan kedua berkas tersangka kepihak JPU. Jadi bisa dipastikan paling lama dua minggu mendatang, berkas keduanya sudah dilimpahkan ke PN, “ungkapnya.

Diakuinya, jika dipagi hari itu, pihaknya juga telah mendatangkan kedua tersangka ke Kejari Sidimpuan guna menandatangani berita acara penahanan, namun tersangka HAN menolak sedangkan HMSP menandatanganinya.

“Ditandatangani atau tidak, itu merupakan hak tersangka dan tidak akan mempengaruhi proses pelimpahan berkas ke pihak PN, ” katanya.

Ditambahkan, berdasarkan penyelidikan dan penyidikan tim penyidik Kejari P.Sidimpuan, terjadi dugaan korupsi pada anggaran PS Sidimpuan. Yakni sekitar Rp 500 juta pada P-APBD 2008 dan sekitar Rp 720 juta pada APBD 2009.

Setelah penyelidikan ditingkatkan menjadi penyidikan, ditetapkanlah dua orang tersangka dalam perkara ini. Yakni Wakil Manejer PS Sidimpuan, HAN, dan mantan Kadispora Budpar Pemko Sidimpuan saat itu, HMSP.

Baca Juga :  Tersangka, Kadishut Tapsel Segera Ditahan

Kemudian terhadap kedua tersangka dilakukan penahanan. Sesuai perintah yang tertuang dalam surat No: PRINT-01/N.2.20/Fd.1/01/2011 yang ditandatangani Kajari P.Sidimpuan, Indrasyah Djohan Nasution, SH.MH.

“Terhadap kedua tersangka dikenakan Pasal 2 ayat 1 UU No.31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam UU No.20 tahun 2001 Junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana, “terangnya.

Untuk diketahui, sejak ditahan, Senin (17/1) hingga kini, Rabu (13/4), kedua tersangka dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B P. Sidimpuan di Desa Salambue, Kecamatan Sidimpuan Tenggara.

Sebelumnya, sempat terjadi perspektif negatif dari masyarakat terkait terkesan belum dilimpahkannya kasus kedua tersangka korupsi PS Sidimpuan tersebut.

Mereka mengindikasi pelimpahan terkendala akibat Kejari tidak mampu membuktikan dugaan korupsi sebesar Rp 3.231.550.000 pada tahun anggaran 2008 dan 2009 yang melibatkan HAN dan HMSP tersebut.

Namun, belakangan anggapan miring tersebut terbantahkan setelah pihak Kejari Sidimpuan menerima hasil audit BPKP yang berisi kerugian negara atas dugaan korupsi di tubuh PS Sidimpuan. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*