Dua Orang Pengedar Ganja Antar Provinsi Ditangkap Polisi di Madina

Panyabungan, (Analisa)

Dua orang pengedar ganja antar propinsi yang sudah merupakan Taget Operasi (TO) yakni ZL (26), IW (30) warga Desa Kapat Utara Kabupaten Pasaman Barat tertangkap tangan saat membawa 10 Kg ganja kering siap edar di Desa Purba Lama Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (8/4) pukul 2.00 WIB pagi.

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Hirbak Wahyu Setiawan Sik, didampingi Wakapolres Madina, Kompol Eddy Mansyuri Nasution, Kasat Narkoba E Banjar Nahor menuturkan, berkat kerja sama masyarakat dalam memberantas barang haram di Kabupaten Mandailing Natal dalam memberikan informasi terhadap setiap orang yang datang dan mecurigakan masuk kewilayah Kecamatan Panyabungan Timur sehingga pihak Mapolres Madina dengan sigap melakukan pengembangan pengejaran serta penangkapan terhadap tersangka.

“Tersangka dengan mengendarai sepeda motor Mio Shoul dengan nomor polisi BA 7050 QX setelah keluar dari Panyabungan Timur langsung menuju wilayah Kotanopan tersangka sempat kejar-kejaran dengan aparat kepolisian sehingga berputar arah balik menuju Panyabungan.

Namun di Desa Purba Lama dua tersangka jatuh dari kenderaan IW langsung di larikan ke RSU Panyabungan untuk mendapatkan perawatan secara intensif karena luka-lukan dan ZL langsung di boyong ke Mapolres dan sudah meringkuk di balik jeruji besi,” sebutnya.

Dikatakannya, Mapolres Mandailing Natal dengan program pemberantasan peredaran ganja terus berupaya meminimalisir peredaran barang haram tersebut karena mempunyai banyak dampak terhadap generasi penerus bangsa yang menjadi harapan serta tumpuan jiwa para orang tua umumnya masyarakat Madina dan juga tentunya seluruh warga NKRI.

Baca Juga :  Penerimaan Seluruh CPNS R.I 2009

“Akan kita sapu bersih, siapapun orangnya yang menanam, menjual, membeli, memakai agar wilayah hokum Mapolres Madina bisa bersih dari peredaran barang ganja tersebut dan dua pengedar ganja tersebut telah melanggar UU Nomor 35 tentang narkotika sesuai dengan pasal 111 ayat (2),pasal 112 ayat (2), pasal 114 dan 135 dengan hukuman minimal 5 tahun penjar karena barang bukti di atas 1 Kg,” katanya.

Sementara ZL kepada wartawan di Mapolres Madina, mengakui kalau pembelian ganja ke Madina sudah berlangsung empat kali sebab pekerjaan ini dilakukannya akibat sulitnya lapangan kerja yang berdampak pada ekonominya. Dia, menuturkan kalau ganja tersebut di belinya dengan harga Rp 600.000 per kilogram dan di jual di Pasaman Barat Rp 1,5 juta per kilogramnya dengan mudah dan laris manis.

“Pekerjaan ini sangat mudah untuk mendapatkan uang walau resikonya sangat tinggi dan kali ini nasib malang menimpa kami sehingga harus berhadapan dengan polisi,” katanya. (man)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*