Dua Terdakwa Korupsi PS Sidimpuan Dihukum 2 Tahun

P. Sidimpuan, (Analisa). Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan secara terpisah menjatuhkan hukuman masing-masing 1 tahun penjara terhadap dua terdakwa dugaan korupsi dana Persatuan Sepakbola (PS) Sidimpuan, Hadi Ashari Nasution (Wakil Manager Tim) dan H Muhammad Sholeh Pulungan (mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga), Kamis (15/9).

Dalam amar putusannya majelis hakim yang diketuai Syahlan SH.MH dan anggota Lodewyk I Simanjuntak SH. MH,Taufik A Nainggolan SH, serta Panitera Pengganti, Jawatin Silitonga SH, menolak tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa 7 tahun 6 bulan.

Terdakwa Hadi Ashari juga didenda Rp200 juta subsidair 1 bulan kurungan, dan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1.571.000.000.

Jika terdakwa ternyata tidak mampu membayarnya, maka harta benda miliknya akan disita dan dilelang untuk mengganti kerugian negara tersebut dan bila ternyata tidak memiliki harta benda, maka diganti dengan hukuman penjara selama 2 bulan.

Selain itu, dalam amar putusannya, majelis hakim juga menyebutkan bahwa perbuatan tindak pidana ini terjadi bukan hanya karena terdakwa sendiri, melainkan secara bersama-sama dengan orang lain yaitu mantan Kadispora, AID, Bendahara Dispora, RAL, Bendahara PS Sidimpuan, ZP.

Atas putusan ini, terdakwa bersama penasehat hukumnya dari Syahruzal Yusuf & Rekan menyatakan banding sedangkan JPU menyatakan pikir-pikir.

Sementara mantan Kadispora Pemko P.Sidimpuan H. Muhammad Soleh Pulungan yang sidangkan secara terpisah divonis hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 1 bulan kurungan.

Baca Juga :  Ulah Peminta-minta di Bulan Ramadan Warga Kesal, Diberi Rp500 Malah Minta Rp1.000

Menurut majelis yang diketuai Syahlan SH.MH dan anggota Lodewyk I Simanjuntak SH.MH dan Zulfadly SH.MH, serta Panitera Pengganti, Jawatin Silitonga, terdakwa terbukti secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara. Atas putusan ini, terdakwa bersama penasehat hukumnya dari Ridwan Rangkuti & Associates menyatakan pikir-pikir, demikian halnya pihak JPU. (hih)

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*