Dua Titik Rawan Longsor Ancam Keselamatan Pemudik

Badan jalan longsor yang hampir memutuskan separuh badan jalan yang ada di wilayah Kecamatan Padang Bolak Julu, hingga kini belum ada perbaikan. Sebelumnya daerah ini sudah pernah memakan korban jiwa, Jumat (18/7) lalu. Pada peristiwa maut ini dua orang meninggal dunia dan lima kritis. Foto dijepret Jumat (25/7). (Asmar)

PALUTA – Bagi pemudik yang akan melalui Jalinsum Gunung Tua-Psp, tepat berada di Dusun Siholbung, Desa Pamuntaran, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Paluta agar berhati-hati disaat melintas di daerah tersebut. Karena terdapat dua titik rawan longsor yang setiap saat bisa mengancam keselamatan para pemudik.

Pantauan METRO, Kamis (25/7), dua badan jalan longsor yang hampir memutuskan separuh badan jalan yang ada di wilayah Kecamatan Padang Bolak Julu itu kondisinya hingga kini belum ada perbaikan. Bahkan satu titik rawan longsor itu sebelumnya sudah pernah memakan korban jiwa, Jumat (18/7) lalu. Pada peristiwa maut ini dua orang meninggal dunia dan 5 kritis.

Sedangkan titik rawan longsor lainnya juga tidak jauh dari tempat pertama atau sekitar 500 meter berada di Dusun Siholbung, Desa Pamuntaran, Kecamatan Padang Bolak Julu. Kerusakan yang belum begitu melebar itu belum ada pemasangan tanda-tanda adanya longsor.

Sapril Harahap, warga Desa Sipupus, Kecamatan Padang Bolak Julu yang sedang melintas mengatakan, bahwa kondisi badan jalan longsor itu sangat membahayakan pemudik apalagi kerusakan itu belum ada perbaikan.

Baca Juga :  Mantan Napi Curi Senpi Sipir

Padahal jalinsum ini, tambah Sapril adalah jalur utama yang menghubungkan dari berbagai daerah seperti dari Kota Medan via Kota Rantau Prapat menuju Kota Psp maupun menuju daerah lainnya.

”Kerusakannya belum ada perbaikan, padahal ini jalur utama dari Paluta menuju Kota Psp,” ujarnya.

Kepada pihak yang menangani proyek maupun pemeliharaan badan jalan ini, Sapril mengharapkan agar segera memperbaiki keruskan itu. Paling tidak segera memasang rambu-rambu adanya longsor atau pun kerusakan sehingga para pengguna jalan dapat mengantisipasinya sebelum ada kejadian atau pun terjadi korban jiwa lagi.

Berbeda yang disampaikan oleh salah satu pemudik Sopyan Tanjung. Menurutnya kerusakan jalan itu wajar terjadi.

Katanya lagi, dimana pun kasus kerusakan jalan kerap terjadi dan dapat kita maklumi. Yang kita harapkan, siapa pun yang melaksanakan itu atau dinas mana pun yang menangani itu, kalau rusak perlu segera diperbaiki. Paling tidak segera membuat tanda-tanda atau rambu-rambu lalu lintas sebagai peringatan kepada masyarakat agar hati-hari melintasinya sebelum kejadian fatal terjadi menimpa masyarakat.

”Apalagi malam dan hujan pun terjadi, jalan ini rawan dan seram dilintasi. Jalan ini merupakan jalinsum yang ramai dilalui oleh pemudik. Penanganan jalan ini sangat perlu diprioritaskan,” pungkasnya. (mag-02)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  cctv Pembobolan Bank BRI Unit Sisingamangaraja Padangsidimpuan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*