Dugaan Kebocoran Kunci Jawaban Ujian CPNS Kemenag – Kemenag Siantar: Itu Urusan Pusat

Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pematangsiantar menyerahkan urusan dugaan bocornya kunci jawaban ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ke Kemenag Pusat. Sehingga Kemenag Pematangsiantar tidak melakukan pengusutan, sebatas membuat berita acara ujian.

“Kemenag Pusat yang punya urusan seandainya dia (peserta yang dicurigai memeroleh bocoran, red) lulus. Kita (Kemenag Siantar) menerima PNS sesuai petunjuk pusat. Kalau untuk kejadian ujian itu, sudah kita buatkan berita acara. Sebatas itu yang bisa kita lakukan,” terang Ketua Panitia Ujian CPNS Kemenag Pematangsiantar, Drs H Yusri Batubara, Jumat (26/11).

Disebutkannya, peserta yang dicurigai itu bernama Raja Dedi Hermansah, berasal dari Kisaran, Kabupaten Asahan, dengan nomor ujian 02551074410400173. Dia mengikuti ujian di ruangan II di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba.

Soal saran anggota Komisi I DPRD Pematangsiantar Ibnu Harbani dan H Aulul Imran untuk mengusut tuntas masalah ini hingga ditemukan siapa yang membocorkan jawaban, Yusri terdiam sejenak dan memberikan jawaban singkat, “Kalau sejauh itu belum dilakukan”.

Disebutkannya, sebagai pertanggungjawaban atas dugaan kebocoran jawaban ujian, panitia ujian Kemenag Pematangsiantar telah membuat berita acara yang ditandatangani Drs H Yusri Batubara sebagai Ketua Panitia Kemenag Pematangsiantar. Sementara Panitia dari Kemenag Sumut ikut menyaksikan, namun tidak tanda tangan.

Isi berita acara yang dibuat, peserta dengan nama Raja Dedi Hermansah, nomor ujian 02551074410400173 telah melanggar Tata Tertib Ujian CPNS di Kemenag Pematangsiantar. Berita acara ini turut dilampirkan di dalam berkas lembar jawaban yang dikirimkan ke Kemenag Sumut.

Baca Juga :  Sumut Dilanda Panas Berkepanjangan

“Sampai sekarang saya belum menemukan sobekan kertas yang diduga lembar jawaban, karena kertasnya diambil langsung dari Panitia Kemenag Sumut,” jelasnya seraya menegaskan Kemenag Pematangsiantar tidak ada ‘bermain’ dalam penerimaan CPNS.

“Untuk ujian CPNS, panitia teknis dari Kemenag Siantar, termasuk para pengawas ruangan. Sedangkan panitia pengawas berasal dari Kemenag Sumut,” jelasnya lagi.

Disebutkannya, ujian dilaksanakan tanpa pengawasan polisi karena hal itu sesuai petunjuk teknis pelaksanaan ujian CPNS Kemenag. Selesai ujian, lembar soal dan jawaban para peserta langsung dibawa dua pegawai Kemenag Sumut menggunakan mobil ke Medan.

“Dan selama pelaksanaan ujian berlangsung, Rabu lalu, peserta yang lain tidak ada yang bermasalah,” katanya. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*