Dugaan Korupsi Melibatkan Syamsul Arifin – KPK Siap Pinjamkan Bukti ke Kejatisu Sumut

Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) menyambut baik langkah Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) yang akan meminjam alat bukti yang dimiliki KPK terkait penyidikan kasus dugaan korupsi APBD Langkat yang diduga melibatkan mantan Bupati Langkat, Syamsul Arifin. Juru Bicara KPK Johan Budi menjelaskan, merupakan hal yang lumrah sesama aparat penegak hukum saling berkoordinasi dan pinjam-meminjam barang bukti.

“Ya sesama penegak hukum tentu bisa saja sejauh memang dibutuhkan,” ujar Johan Budi melalui layanan pesan singkat (SMS) kepada wartawan, kemarin (7/7). Johan sendiri kemarin sedang tugas di Padang, sehingga belum bisa memastikan apakah surat dari Kejatisu sudah sampai atau belum ke meja pimpinan KPK. Wakil Ketua KPK Moh Jasin yang sempat dihubungi koran ini lewat ponselnya belum memberikan keterangan apa-apa, karena sedang mengikuti rapat pimpinan KPK. “Wah, sedang rapat nih,” ujar Jasin.

Lebih lanjut Johan menjelaskan, permintaan Kejatisu tentunya akan dipenuhi oleh KPK. Yang penting, lanjutnya, peminjaman alat bukti tidak sampai mengganggu proses penyidikan. “Tidak masalah, asalkan tidak menghambat proses hukum di KPK,” terangnya.

Dikatakan Johan, selama ini memang koordinasi KPK dengan kejaksaan, dan juga kepolisian, sudah biasa dilakukan, antara lain dengan pinjam-meminjam alat bukti. “Karena memang antara KPK, kejaksaan, maupun kepolisian, harus sinergi dan berkoordinasi,” imbuhnya.

Seperti diberitakan Sumut Pos (grub koran ini), Kejatisu bakal menetapkan tersangka baru terkait kasus Langkat ini. Namun sebelum menetapkan nama tersangkanya, Kejatisu bakal meminjam sejumlah barang bukti ke KPK. Aspidsus Kejatisu, Erbindo Saragih menjelaskan, barang bukti yang dibutuhkan dari KPK itu nantinya akan dicocokkan dengan keterangan para saksi yang telah sudah diperiksa tim penyidik Kejatisu.

Baca Juga :  Ingin Kuasai Warisan, Oknum Polisi Ancam Ibu

Sekadar mengingatkan, untuk kasus dugaan korupsi APBD Langkat, KPK dan Kejatisu telah berbagi kewenangan. KPK fokus kepada penanganan dugaan keterlibatan mantan Bupati Langkat, Syamsul Arifin, yang saat ini telah dijadikan tersangka. Sementara Kejatisu fokus menangani sejumlah pejabat Langkat yang levelnya di bawah bupati. Sejauh ini Kejatisu baru menetapkan satu tersangka, yakni mantan Bendahara Pemkab Langkat, Buyung Ritonga.

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/KPK_Siap_Pinjamkan_Bukti_ke_Kejatisu_Sumut

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*