DugaanCabup Nias Utara Pakai Ijazah Palsu

Calon Bupati Nias Utara Eduard Zega diduga menggunakan ijazah palsu dalam pertarungan pemilukada Nias Utara. Dugaan penggunaan ijazah palsu itu berawal dari adanya surat keterangan dari tertera nama SMPN 5 Medan beredar di Nias Utara. Dalam surat Nomor:424/021/SMP.05/2011, tertanggal 7 Pebruari 2011, tertandatangan H Kasintan Harahap SPd, selaku Kepala SMPN 5, itu disebutkan bahwa surat keterangan pengganti ijazah Nomor:421.2/273/SMP.05/2010, tanggal 23 Oktober 2010 yang diberikan kepada nama Edward Zega, tempat tanggal lahir Hilindruria, 28 Juni 1954, nama orangtua Sarombowo Zega, ‘saya cabut kembali dan dinyatakan batal. Demikian surat keterangan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa tekanan atau paksaan dari pihak manapun.

Tampak, surat itu ditembuskan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Utara, dan kepada Eduard Zega. Calon Bupati Darius Baeha, kepada METRO, mengatakan, penggunaan ijazah palsu oleh EZ, jelas melukai hati rakyat Nias Utara. “Oleh karena itu, kami telah melaporkannya ke Poldasu, terkait ijazah SMP dan SMA yang dipakainya untuk mendaftar sebagai calon Bupati Nias Utara. Sedangkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk saat ini masih dalam bentuk laporan, hal ini disebabkan jika diajukan ke MK, harus menunggu 3 hari sesudah adanya pleno di KPUD Nias utara,” katanya.

Menurut Darius, diduga telah terjadi persekongkolan antara KPUD Nias Utara dengan ‘EZ’ untuk meloloskannya menjadi calon Bupati Nias Utara. Padahal beliau diduga tidak mempunyai ijazah SMA Hang Tuah Medan, termasuk dicabutnya penggunaan ijazah SMPN 5 Medan berupa surat keterangan. “Kita berharap agar pihak kepolisian segera memeriksa EZ dan segera menuntaskan kasus ini,” kata Darius.

Baca Juga :  Menurut Data Kementerian Keuangan, Ada Sekitar 472 Perda di Sumatera Utara Yang Dibatalkan

Sementara itu, Eduar Zega sendiri, hanya mengaku pasrah dengan adanya laporan pengaduan itu. “Itu terserah dia, silahkan aja digugat. Namun yang jelas ijazah itu ada pada saya,” ujarnya, sambil menutup telepon. (son) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Maaf maaf saja…ini politik…. semuanya bisa dibolak balik….hitam bisa putih….putih bisa jadi hitam…saya secara pribadi…ungkapan lawan lawan politik Pak EZ….menurut saya sudah basi karena masyarakat Nias butuh perubahan…maka saya himbau kalau dalam pemilihan bupati dan EZ menjadi pemenangnya maka saya katakan sudah tepat…jadi tidak perlu memutarbalikkan semua fakta yang sudah dipilih ya itulah pilhan rakyat…bagi yang kalah ya terima kekalahan dengan lenggowo dan berbesar hati…mari kita membangun Nias utara dengan bersama bukan dengan saling menjatuhkan hanya untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*