Dukung Arus Mudik, PU Sudah Hentikan Perbaikan Jalan di Jalur Nasional

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga saat ini telah menghentikan pekerjaan jalan di ruas jalan nasional, dalam rangka kesiapan menghadapi arus mudik.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Djoko Murjanto mengatakan,  sejak H-30 yang jatuh kemarin 1 Juli, pihaknya sudah menghentikan pekerjaan di sejumlah jalan nasional, hal ini untuk melayani pengusaha dan pedagang untuk mendistribusikan barang-barang dan logistik agar arus barang lancar.

Menurut Djoko, target pelayanan jalan nasional pada H-30 sampai H-10 lebih diperuntukan untuk para pengusaha dan pedagang, mengingat kebutuhan masyarakat di bulan puasa ini meningkat. Sedangkan untuk H-10 lebih fokuskan untuk melayani kebutuhan pemudik.

“Jadi ada kondisi dimana saat ini kemungkinan-kemungkinan terjadinya kemacetan sudah diantisipasi, namun kami menyayangkan kondisi di Nagrek dimana para pedagang di bahu jalan, kita tidak bisa menjanjikan kualitas tanahnya karena secara teknis itu tidak dibenarkan, jadi kami ingin sampaikan bahwa kondisi tersebut tidak diizinkan,” kata Djoko di sela kunjungannya ke jalan lingkar Nagrek dan Gentong Jawa Barat  bersama Menteri Perhubungan EE Mangindaa, Rabu (2/6).

Menurut Djoko, secara keseluruhan kondisi jalan sudah mulus dapat dilewati, kecuali ruas Kadipaten-Sumedang yang kondisinya rusak berat, namun pada tanggal 12 Juli pekerjaan disana akan dihentikan dalam kondisi mulus dapat dilewati.

“Kondisinya lumayan rusak, Kadipaten-Cijelak-Sumedang sepanjang 11 km masih ada kerusakan parah, saat ini sedang keroyokan untuk mengerjakannya. Ada 3 perusahaan pabrik aspal yang terlibat disitu kami targetkan tanggal 12 (Juli) selesai,” tambah Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV Ditjen Bina Marga Kementerian PU Bambang Hartadi.

Baca Juga :  Testimoni Antasari, Tantangan Baru DPR

Arus Mudik Meningkat

Sementara itu Menteri Perhubungan (Menhub) EE Manginda memperkirakan arus mudik tahun ini akan meningkat  4,6 persen. Untuk itu, ia memandang perlunya  diperhatikan perlintasan sebidang palang pitu kereta api, mengingat diprediksi jumlah kereta api yang lewat jauh lebih sering intensitasnya pada mudik mendatang.

“Diharapkan tingkat kemacetan bisa dikurangi pada musim mudik lebaran terutama pada hari puncak yang kami prediksi H-2,” kata Mangindaan.

Menteri Perhubungan juga mengatakan dalam peninjauan  tersebut sepanjang jalur mudik dari Nagrek hingga Gentong telah siap digunakan. “Sepanjang jalan yang kita lewati 99 persen kondisi jalan tidak ada masalah,” ujarnya.

Mangindaan menambahkan bahwa pada H-4 lebaran di jalur lingkar Nagrek focus untuk melayani penumpang dan masyarakat, dan kendaraan truk dengan dua sumbu akan dilarang melewati jalan-jalan tersebut. (Puskom PU/ES)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*