Dukung Percepatan Pemekaran Simalungun – Warga Perdagangan Aksi Sejuta Tanda Tangan

Warga Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun yang tergabung dalam Solidaritas Aksi Masyarakat Perdagangan (Sampan-Tao), menggalang aksi sejuta tanda tangan. Aksi tersebut menggunakan selembar kain putih sepanjang hampir 100 meter, yang dipajang di pagar depan halaman Gedung Balai Karya Murni, Jalan Radjamin Purba Kelurahan Perdagangan 1, tepatnya di depan kantor Camat Bandar, mulai Senin  (28/3). Aksi tersebut guna mendukung percepatan pemekaran Kabupaten Simalungun.

Koordinator Aksi, Rudi Samosir ST kepada METRO mengatakan, aksi ini digelar tanpa batas waktu. Aksi ini, katanya, dilakukan hingga target sejuta tanda tangan warga terwujud untuk mendukung percepatan pemekaran.
Namun Rudi membantah aksi mereka ini sebagai bentuk perotes terhadap Pemkab Simalungun yang dinilai lamban mempersiapkan proses pemekaran.

“Tujuan dasar aksi ini, selain untuk sosialisasi pentingnya pemekaran, juga untuk mengawal agar saat pemekaran terwujud, konsep pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera bisa tepat sasaran,” terangnya. “Kami telah melakukan survey dengan pendekatan persuasif. Hasilnya, hampir 80 persen masyarakat menginginkan pemekaran, dengan alasan agar lebih terbukanya lapangan pekerjaan, terutama bagi masyarakat kalangan bawah. Sebagian lagi beralasan karena sulitnya proses birokrasi yang terlalu jauh hingga ke Raya. Dan tak sedikit yang mengharapkan upaya pencapaian percepatan pembangunan yang pro rakyat,” tambahnya. Di hari pertama aksi tersebut cukup menarik perhatian masyarakat yang melintas. Aksi yang digelar pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, berhasil mengumpulkan 596 tanda tangan. (bim/awa) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Gempa Berkekuatan 5,5 Skala Richter Guncang Taput

2 Komentar

  1. Hi Bung Rudi Samosir, maaf maksud dan tujuan anda untuk memecah belah Simalungun, tau kah anda kalau Simalungun adalah Milik leluhur Simalungun….????, bukan milik pendatang yang eksodus ke Simalungun lalu merusak kebersamaan simalungun, apalagi Potensial Konflik SARA, lihat bung nanti akan terkotak kotak Penduduk Muslim dan Nasrani, ini mempersubur masalah SARA, kalau mau di Samosir anda berkicau untuk pemekaran ya. Suara putra putri Simalungun yang mempunyai ahap simalungun :STOP Usaha Pemekaran Simalungun……!!!!!!

  2. mohon maaf ya….. pak rudi samosir…… kami sebagai putra asli simalungun sangat .. sangat … dan sangat berkeberatan sekali bila dilakukan pemekaran terhadap Kabupaten Simalungun karena Simalungun hanya milik satu suku Simalungun dan tidak ingin dipecah belah …. okey tx

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*