e-KTP Jauh dari Memuaskan Baru 22,50 Persen Terlayani

Sejak launching pelaksanaan pelayanan KTP Elektronik (e-KTP) di Tapsel pada (27/9) lalu, masyarakat yang terlayani masih minim. Hingga Minggu (24/10), baru 40.444 wajib KTP atau 22,50 persen dari 180.575 wajib KTP di 14 kecamatan yang telah terlayani.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Tapsel, H Hotma Dalid Harahap SSos MAP kepada METRO, Selasa (25/10) kemarin.

Hotman menyampaikan, program nasional pelayanan e-KTP ini telah dilaksanakan evaluasi melalui Rapat Koordinasi Nasional KTP Elektronik (Rakornas e-KTP) di Jakarta tanggal 17-19 Oktober lalu. Saat itu, Bupati Tapsel, H Syahrul M Pasaribu bersama 197 Bupati/Wali Kota se- Indonesia yang ikut pelaksanaan penerapan e-KTP tahun 2011 menyampaikan permasalahan yang dihadapi di lapangan.

Kata Hotman, Bupati Tapsel, H Syahrul M Pasaribu saat itu mengatakan, keterlambatan dalam pelayanan e-KTP antara lain disebabkan, lambatnya datang peralatan e-KTP di tempat pelayanan, masih belum lengkapnya peralatan yang diterima daerah, serta kurangnya pengetahuan teknis, dan ketidakaktifan pendamping teknis kabupaten dan pendampingan teknis kecamatan.

Dimana, ucap Hotma Dalid, atas permasalahan tersebut, maka pihak konsorsium melalui Dirjen Kependudukan membuat kesepakatan yang dituangkan dalam hasil resume rakornas sebagai berikut, segera melengkapi kekurangan atau pemenuhan peralatan standar di setiap titik pelayanan bagi kabupaten/kota yang belum lengkap peralatannya paling lambat tanggal 5 November 2011.

Baca Juga :  Dengan Alasan; Tak Tau Mengoperasikan dan Takut Digondol Maling, Komputer Bantuan Pemerintah Disimpan di Rumah Guru

Kemudian, segera memenuhi peralatan mobile dan tambahan peralatan pinjaman paling lambat tanggal 12 November 2011, segera menyelesaikan pemasangan jaringan komunikasi data di setiap titik pelayanan bagi kabupaten/kota yang belum terpasang, paling lambat tanggal 30 Oktober 2011.

Hasil resume lainnya, tutur Hotma Dalid, secepatnya mengatasi kendala teknis yang muncul dalam pelayanan yang berkaitan dengan fungsi peralatan dan jaringan komunikasi data, segera memperbaiki atau mengganti peralatan yang mengalami kerusakan untuk pelayanan, mengantisipasi kebutuhan back up baterai kamera yang hanya mempunyai kapasitas bekerja selama maksimal 4 jam pelayanan.

“Peningkatan komitmen tersebut diimplementasikan melalui percepatan pencapaian target dengan optimalisasi peralatan yang tersedia serta memaksimalkan waktu pelayanan KTP Elektronik setiap hari di tiap titik pelayanan (10-14 jam), sehingga sasaran target penerapan KTP Elektronik tahun 2011 dapat tercapai. Itulah hasil resume rakornas pekan lalu,” tutur Hotma Dalid.

Diungkapkannya, seluruh petugas terus bekerja dengan harapan, program nasional ini bisa sukses dan selesai hingga akhir tahun 2011, mengingat masih ada lebih dari 2 bulan lagi waktu untuk melayani masyarakat wajib KTP yang identitasnya sudah masuk database. (neo/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*