e-KTP Terkendala di Teknisi

Hingga hari ini, pelaksanaan e-KTP di Kabupaten Madina masih belum memuaskan. Salahsatu kendala utamanya adalah, masih belum maksimalnya kinerja teknisi yang menangani peralatannya.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Sosial, dan Tenaga Kerja Transmigrasi Madina, M Aswan Hasibuan SH melalui Kabid Kependudukan dan Catatan Sipil Ibrahim Lubis kepada METRO, Senin (31/10). Ibrahim menjelaskan, data yang diperoleh dari kecamatan, sejak dimulainya launching pelaksanaan e-KTP pada Jumat (14/10) lalu, dan hingga hari Jumat (28/10) kemarin, baru 8.546 warga wajib KTP yang telah selesai terdata. Sedangkan jumlah wajib KTP sekitar 189 ribuan yang rencananya akan diselesaikan tanggal 31 Desember 2011.

Dia mengatakan, kendala utama yang dihadapi adalah lemahnya tenaga teknisi di setiap kecamatan terutama bagi Tim Pendamping Kecamatan (Damtan) yang diunjuk satu orang per kecamatan oleh Pemprovsu.

”Yang sudah selesai didata untuk e-KTP masih berjumlah 8.546 dari 198 ribuan wajib KTP. Jumlah ini masih sedikit, tetapi kami masih berusaha maksimal hingga tenggat waktu yang ditentukan akhir tahun ini. Sedangkan kendala yang kami hadapai adalah kemampuan tenaga teknisi di kecamatan, karena mereka belum maksimal stand by pada tugas masing-masing,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai masih banyaknya masyarakat yang belum menerima kartu undangan dari kecamatan, diterangkan Ibrahim, bahwa prosedur yang diterapkan adalah dengan mengundang warga per wilayah. ”Kita tidak sekaligus memberikan undangan tetapi diselesaikan per desa atau per wilayah. Sebab kalau sekaligus diundang, maka tim teknis akan kesulitan,” tambahnya

Baca Juga :  Penyaluran soal UN Di SUMUT paling lambat 20 Maret

Seorang warga Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Ricky kepada METRO menjelaskan, pelayanan e-KTP memang diakuinya masih sangat lambat. Hal inio terlihat dari panjang dan lamanya antrean untuk mengurusnya. Kadang, akibat antrean, bisa menghabiskan waktu 3 jam berada di kantor camat. ”Saya sudah 3 jam menunggu baru dapat antrean. Saya lihat, untuk menyelesaian satu orang butuh waktu sekitar 15 menit, padahal seharusnya hanya 7 menit,” sebut Ricky. (wan/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*