E-KTP, Warga Tapanuli Selatan Antusias Mengurusnya

TAPANULI SELATAN– Ratusan warga Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan rela antre untuk mengurus pembuatan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) pada hari pertama, kemarin.

Terlihat sejak pukul 09.00 WIB, ratusan warga yang berasal dari berbagai desa di kecamatan itu sudah hadir di kantor camat setempat untuk mengurus EKTP. Umumnya, masyarakat sudah mengetahaui bahwa kemarin merupakan pembukaan perdana pengurusan kartu identitas itu.

Setelah resmi dibuka langsung oleh Bupati Tapsel Syharul Pasaribu, warga langsung antre menunggu panggilan petugas. Tagor Siregar,63 salah seorang warga mengungkapkan, dia antusis datang ke kantor camat untuk mengurus E-KTP. “Saya sudah datang sejak pagi untuk mendapatkan e- KTP,”ujarnya.

Laki-laki yang mendapat giliran pertama itu mengatakan, pengurusan E-KTP jauh lebih mudah daripada metode yang lama.“Tapi saya kebingungan ketika sampai di ruangan pembuatan KTP,karena belum pernah melakukan hal seperti sebelumnya,” tuturnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Tapsel Hotma Dalid Harahap mengungkapkan, jumlah peserta wajib E-KTP di Tapsel sebanyak 180.575 orang. Sementara pusat pelayanan berada diseluruh kantor camat yang ada di Tapsel. Jadi, para camat mempunyai kewajiban untuk menyampaikan undangan kepada seluruh masyarakat yang ada di daerahnya masing-masing sebanyak dua kali.

Sayangnya, pemerintah pusat melalui konsorsium belum merealisasikan sepenuhnya peralatan pembuatan E-KTP. Seharusnya, setiap kecamatan sudah mendapatkan jatah dua set,namun hingga saat ini peralatan yang sampai ke kantor camat hanya satu set. “Akibat belum lengkapnya peralatan itu, hanya tujuh kecamatan yang bisa dioperasionalkan yaitu Angkola Barat, Angkola Timut, Batang Angkola, Marancar,Arse, Saipar Dolok Hole dan Kecamatan Tanotombangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Api Lalap Tujuh Rumah Di Desa Hapesong Lama, Batang Toru

Ironisnya lagi, peralatan yang sampai juga belum lengkap, seperti pemindai kornea mata, peralatan sidik jari dan sejumlah perangkat lunak lainnya. Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu menjelaskan, masyarakat yang datang untuk mengurus E-KTP tidak dibebankan biaya. Dia mengingatkan kepada para petugas agar tidak memungut biaya apapun dari masyarakat.

Dia juga mengingatkan kepada warga agar tidak menggunakan perwakilan dalam pengurusan, karena metode pengurusannya bersifat langsung. ??zia ul haq nasution (seputar-indonesia.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*