Eks Transmigran Tuding PT VAL 29 Tahun Bohongi Warga

HUTARAJA TINGGI ( Berita ): Warga ekstransmigran Desa Ujung Batu SP 3 Kec. Hutarajatinggi, Kab. Padang Lawas semakin kesal terhadap perusahaan bapak angkat PT Victorindo Alam Lestari (PT. VAL), bahkan menyampaikan kekesalannya terhadap ulah pengusaha yang mereka tuding tidak manusiawi dan terus membohongi warga sejak 29 tahun lalu hingga sekarang.

“Lahan usaha I dan lahan usaha II bersertifikat yang kami serahkan kepada pihak perusahaan untuk dibangun kebun plasma kelapa sawit dengan pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR), ternyata sampai hari ini tidak adarealisasinya, sementara warga setiap tahun membayar pajaknya.

Tetapi jangankan hasilnya, lahan yang diserahkan juga tidak dikembalikan sesuai kesepakatan” kata warga kepada Wasapada Sabtu (7/1). Warga amat kesal kepada PT.VAL terkait permasalahan lahan yang sampai sekarang tidak ada penyelesaian, sekalipun telah disepakati akan menyerahkan kekurangan lahan plasma kelapa sawit. Sejak Rabu (4/1) warga menduduki inti PT VAL.

Pantauan Waspada di lokasi Afdeling I Perkebunan PT VAL, Sabtu (7/1) ratusan warga peserta plasma  terus  menduduki lahan inti perusahaan perkebunan swasta milik warga keturunan itu.

Seperti disampaikan, Ucok Samsuddin, Widodo, Rustamaji, Purnomo bersama sejumlah warga lainnya, Sabtu (7/1). Kata mereka, Robert selaku pemimpin perusahaan PT VAL sudah terlalu banyak merugikan masyarakat.

Selain selalu mengingkari janji dan membohongi masyarakat, juga tidak peduli terhadap kesepakatan serta keputusan pemerintah. Seperti hasil mediasi Muspida plus 29/11 2011 lalu antara warga eks transmigrasi dengan PT VAL yang diwakili Edy Gusanto dan Sofyan Nasution, dengan tim mediasi, Wakapolres Tapsel,Kompol Zainuddin, Sag, DPRD Palas, H. Erwin H Pane, BPN Tapsel, Adi Irwansyah, Disnakertrans Sumut, Bambang Irawan K. Polsek Sosa, Chobli, SH, Dissosnakertrans Palas, H. Tamrin Hasibuan, Camat Hutaraja Tinggi, Harjusli F. Siregar dan Kades Ujung Batu SP 3, H. Sujito.

Baca Juga :  Panyabungan Dilanda Banjir

Hasil mediasi itu telah disepakati bersama relokasi lahan pengganti 41 KK warga atau sekitar 71,75 ha, legalitas lahan 41 KK dan 209 KK sampai sertifikat menjadi tanggungjawab pihak pertama (perusahaan) dan menyelesaikan pembebasan lahan pengganti.

Kemudian ditindaklanjuti surat menteri tenaga kerja dan transmigrasi RI no. B. 184/MEN/P2K Trans-PT2/VII/2011, perihal tindak lanjut hasil rapat pembahasan permasalahan pertanahan eks warga transmigran Ujung Batu SP 3 Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara sebanyak 41 KK atau seluas 71,75 ha.

Dan kesimpulannya, PT VAL mengembalikan lahan usaha Idan lahan usaha II yang telah bersertifikat kepada eks warga transmigran Ujung Batu SP 3 Kabupaten Padang Lawass ebanyak 41 KK atau seluas 71,75 ha pada posisi awal sesuai sertifikat.

Batas waktu pengembalian paling lambat minggu keempat Agustus 2011. Ironisnya, sekalipun telah ada surat menteri atau pemerintah pusat, ternyata PT VAL merealisasi kekurangan lahan plasma warga. “Apa memang ada orang sangat kuat di belakang PT VAL sehingga seperti tidak tersentuh hokum,”ujar warga.

Karena, ditegaskan, PT VAL bukan hanya membohongi warga eks transmigran Ujung Batu SP 3, tetapi juga membohongi pemerintah.  Soalnya, perusahaan swasta itu hanya mengandalkan Izin Pengelolaan Transmigrasi (IPT) yang telah berakhir 2002, sehingga sampai saat ini PT VAL belum memiliki izin ataupun Hak Guna Usaha (HGU). (WSP/a33)

Baca Juga :  Polres Tapsel dan Pemkab Paluta Siaga

www.beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*