Eksekusi Mati TKI – Dubes Arab Saudi Meminta Maaf

JAKARTA–MICOM: Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Abdul Rahman Al-Khayat meminta maaf karena pemerintahnya tidak memberitahukan pelaksanaan eksekusi mati Ruyati binti Satibi, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Bekasi, Jawa Barat. Demikian diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene di Jakarta, Selasa (21/6).

“Kami telah menyampaikan protes keras pemerintah RI (kepada Arab Saudi) terhadap eksekusi tersebut baik secara verbal maupun tulisan. Beliau (Al-Khayat) mengatakan akan menyampaikan nota protes ini kepada pemerintahnya sekaligus berjanji kejadian sama tak akan terulang lagi di masa depan,” jelas Tene.

Menurut Tene, dalam pertemuan yang digelar di kantor Kemenlu Senin (20/6) lalu, pemerintah juga mengecam keras proses peradilan di Arab Saudi yang tidak transparan. “Terkait jadwal pengadilan, akses bagi pengacara kita bahkan hingga pelaksanaan eksekusi. Bukan hanya Indonesia saja, negara-negara lain pun umumnya mengalami hal serupa,” jelasnya lagi.

Selain itu, sambung Tene, upaya Kedutaan Besar RI di Riyadh membebaskan Ruyati dari eksekusi mati juga semakin sulit karena karakteristik sistem hukum Arab Saudi. “Di Arab Saudi terdapat hak publik dan hak khusus. Masalah hukum yang menimpa Ruyati terkait pelanggaran hak khusus. Dalam hak khusus, jika keluarga korban tidak memberikan maaf, Raja Arab Saudi sekalipun tidak akan bisa membebaskan pelaku dari jerat hukum,” katanya. (*/OL-11)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Ba'asyir Ingin Bentuk Negara Sendiri

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*