Eksekusi Rahudman Harahap belum jelas

rahudman dlm mobil2 Eksekusi Rahudman Harahap belum jelasMEDAN – Sampai saat ini Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum juga mengeksekusi Walikota Medan non aktif Rahudman Harahap yang telah divonis Mahkamah Agung 5 tahun penjara.

Informasi Kkajakasaan Tinggi Sumater Utara (Kejati Sumut) menyebutkan kalau tim eksekusi Rahudman Harahap telah dibentuk oleh lembaga Adhiyaksa tersebut tetapi hinggi kini eksekusi belum juga dilaksankan.

Informasi juga berkembang kalau eksekusi terhadap Rahudman Harahap sengaja diperlambat oleh tim eksekusi dengan menyebar alasan kalau pihak Kejati Sumut belum menerima salinan putusan vonis 5 tahun terhadap Rahudman Harahap.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut Chandra Purnama menyebutkan kalau sampai saat ini Kejati Sumut belum menerima salinan putusan vonis Rahudman Harahap tersebut dari Pengadilan Negeri Medan. “Sampai saat ini belum kita terima,” ujar Chandra.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, Nelson J Marbun menyebutkan Pengadilan Negeri Medan hingga saat ini, hanya baru menerima salinan petikan putusan kasasi Mahkamah Agung mengenai perkara korupsi Walikota Medan non-aktif, Rahudman Harahap sementara  salinan putusan kasasi Rahudman Harahap belum ada diterima dari Mahkamah Agung (MA).

Oleh karena itu, katanya, pihak PN Medan hingga kini belum ada menyerahkan salinan putusan kasasi Rahudman Harahap ke Kejati Sumut. “Tidak mungkin salinan petikan kasasi tersebut diberikan PN Medan ke Kejati Sumut,” ucap Marbun.

Dia menyebutkan, salinan petikan kasasi yang dikirimkan itu juga berupa fax dan belum lengkap. Salinan petikan kasasi MA tersebut diterima PN Medan, Selasa (1/4) sore dan memvonis Rahudman Harahap lima tahun penjara. “Jika salinan putusan kasasi MA tersebut, telah diterima barulah PN Medan akan menyerahkannya ke Kejati Sumut,” ujar juru bicara PN Medan.

Baca Juga :  Kasus Syamsul, Lagi, KPK Periksa Kacab Astra Medan

Sementara itu Polresta Medan menyatakan siap untuk mengamankan proses eksekusi terhadap Walikota Medan non aktif, Rahudman Harahap jika diminta secara resmi oleh instansi yang berwenang melaksanakan eksekusi tersebut.

“Kalau sudah ada surat resmi dari kejaksaan maka kita siap untuk  menjalankan eksekusi tersebut. Mana suratnya,” kata Kapolresta Medan, Kombes Nico Affinta Karo-karo.

Dikatakannya, dalam hal ini pihaknya bekerja sesuai dengan koridor hukum dan harus profesional.
“Kita bekerja sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi),” ujar kapolres.

Sekedar diketahui, Mahkamah Agung mengabulkan kasasi JPU terhadap putusan bebas yang diberikan oleh PN Medan kepada Rahudman. Hal ini sekaligus menguatkan vonis  5 tahun penjara terhadap Rahudman, dalam  kasus korupsi dana TPAPD Tapsel senilai Rp 1,5 Milyar lebih.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*