Eksekusi Tanah di Kampung Teleng Ricuh – 1 Warga Luka, 2 Diamankan

569276679bb25a9b3b0b2826b0ad6350dc0f014 Eksekusi Tanah di Kampung Teleng Ricuh 1 Warga Luka, 2 Diamankan
Keluarga besar Hj Rosmawar Dalimunte terlihat saling dorong dengan aparat Polresta Psp, Selasa (13/7) saat eksekusi lahan yang dilakukan pihak Pengadilan Negeri Psp .

Eksekusi tanah di Jalan Prof AM Yamin No 45 Kampung Teleng, Kelurahan Wek III, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Utara, Kota Psp seluas 1.533 meter bujur sangkar oleh Pengadilan Negeri (PN) Psp, kemarin (13/7) pagi ricuh. Aparat Polresta Psp, Brimob, dan warga terlibat aksi saling dorong. Petugas kemudian mengamankan dua warga karena diduga hendak melempar aparat yang hendak melakukan eksekusi.

Pantauan METRO, sesaat sebelum melakukan eksekusi sekira pukul 09.00 WIB, Jawatin dari PN Psp terlebih dahulu membacakan keputusan pengadilan tentang peralihan hak milik lahan dari Rosmawar Dalimunthe (56), menjadi milik Profesor Marwali Harahap. Namun, tanah tersebut tidak boleh diperjualbelikan atau dialihkan kepada pihak lain oleh Marwali sebelum keluar keputusan kasasi tergugat Rosmawati ke Mahkamah Agung.

Pihak keluarga Rosmawar yang diketahui sebagai tergugat bersama ratusan warga pun, menolak kedatangan para petugas baik dari PN Psp, Polresta, dan personel Brimob dengan membentangkan spanduk sepanjang sekitar 18 meter untuk menghalangi para petugas memasuki lahan yang akan dieksekusi.

Aparat kepolisian yang berjumlah sekitar 70-an personel pun terlibat saling dorong. Warga mendorong tameng petugas, bahkan ada juga yang menendanginya. Beberapa saat kemudian, polisi mengamankan dua orang warga yakni, Safran Harahap (32), dan Frans Lumalo Harahap (45) karena diduga hendak melempar aparat yang melakukan eksekusi.

Sementara satu orang warga bernama Prenes Gumalo (19), terluka di bagian kepala kirinya dan terpaksa dibawa ke RSUD Psp. Tidak diketahui pasti, apa yang menyebabkan kepala Prenes terluka. Namun beberapa saat kemudian, Prenes sudah kembali pulang ke rumahnya setelah tim medis memperbolehkannya pulang.

Baca Juga :  Jalinsum Tamiang Anjlok

Menurut Rosmawar Dalimunthe, tanah yang menjadi sengketa tersebut secara resmi miliknya dan keluarganya, karena dirinya memiliki bukti-bukti yang kuat seperti sertifikat kepemilikan tanah.

Lebih lanjut dikatan Rosmawar, berdasarkan keputusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN), bahwa sertifikat yang dimilikinya mempunyai landasan hukum dan bukti kepemilikan yang kuat sebagai pemilik.

“Anehnya lagi, tanah yang digugat itu seluas 2.080 meter, sedangkan tanah yang diklaim adalah tanahnya, sebagai salah satu bukti dalam perkara sengketa lahan tersebut hanya seluas sekitar 1.533 meter. Itu salah satu buktinya bahwa mereka tidak memiliki dasar kuat untuk mengekseskusi lahan ini,” kata Rosmawar seraya berharap pihak PN Psp untuk segera membatalkan keputusan eksekusi lahan tersebut.

Polresta: Tak Ada Warga Luka-luka

Sementara itu Kapolresta Psp AKBP Roni Bahtiar Arief yang dikonfirmasi melalui Kabag Bina Mitra Kompol Darwin Effendi Daulay kepada sejumlah wartawan, membantah jika ada warga yang mengahalangi eksekusi tersebut mengalami luka-luka.

“Berdasarkan laporan dari Kasatreskrim (AKP Iskandar HR, red) tidak ada warga yang mengalami luka-luka,” kata Kompol Darwin.

Lebih lanjut diutarakan Darwin, petugas mengamankan dua orang warga. “Kita memang mengamankan dua orang warga, karena terlihat hendak melempar petugas yang sedang melakukan eksekusi. Tapi setelah membuat perjanjian dan ditandatangani kuasa hukumnya, sudah kita lepaskan,” jelasnya.

Masih dikatakan Darwin, dalam eksekusi tersebut sekitar satu pleton Samapta, satu pleton personel Brimob diturunkan untuk mengamankan jalannya eksekusi. “Eksekusinya berhasil,” pungkasnya.

Baca Juga :  Imam Salat Tarawih Digebuki Oknum Polisi

Sebelumnya, pada eksekusi tanah di Kampung Teleng tersebut pada 17 Juni lalu berlangsung tegang, di mana PN Psp saat akan melakukan eksekusi dihadang oleh sekitar 50-an warga. Namun, karena ada perlawanan dari warga terutama dari keluarga Hj Rosmawar Dalimunthe selaku tergugat dengan memblokade jalan, eksekusi lahan oleh PN Psp tersebut ditunda. Dan kemarin, eksekusi berhasil dilakukan.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Eksekusi_Tanah_di_Teleng_Ricuh

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*