Eksploitasi Galian C di Kelurahan Sihitang, Excavator PU Diangkut Paksa

Satu unit Excavator milik Dinas PU Pemkab Tapsel ‘diangkut paksa’ dari lokasi eksploitasi galian C di Kelurahan Sihitang, Kecamatan Psp Tenggara, Senin (12/9) malam. Uniknya, yang melakukannya LSM LIRa dan diserahkan ke Mapolres Kota Padangsidimpuan.

Wali Kota LIRa Psp Edi Ariyanto Hasibuan, kepada METRO, di Sekretariat Kantor LIRa, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (14/9), mengatakan, langkah mereka membawa alat berat itu ke mapolres demi pertimbangan keamanan. Sebab kata dia, kegiatan tambang galian C di Sihitang, selain diduga tanpa izin juga sudah meresahkan warga sekitar.

Masih kata Ariyanto, yang saat itu didampingi Wawako LIRa Marahalim, dan Sekda LIRa Mukmin Manullang, menyebutkan, akibat aktivitas galian C itu, akses jalan di Sihitang rusak berat, tepatnya di belakang kampus STAIN. Terutama ketika hujan. Melihat kondisi itu warga tentu kesal. “Bila hal ini dibiarkan terus-menerus, kita khawatir warga kehilangan kesabaran. Itu sebabnya LIRa mengambil inisiatif membawa alat berat itu ke Polres Psp,” ujar  Ariyanto.

Diceritakan Ariyanto, ketika mereka mendapat informasi bahwa sedang berlangsung kegiatan galian C itu, mereka langsung turun ke lokasi dan menaikkan Excavator ke truk, lalu membawa alat berat tersebut ke Mapolres Psp untuk diproses secara hukum. Mereka menduga alat berat milik Dinas PU Tapsel itu tidak memiliki izin dan bekerja di galian C yang juga diduga tidak memiliki izin.

Baca Juga :  Lagi, 8 Hektare Ladang Ganja Ditemukan di Madina

Mereka yakin, Polres Psp akan mengusut aktivitas galian C tanpa izin itu. “Kita sudah mensinyalir ada dugaan permainan sewa-menyewa alat berat di Dinas PU Tapsel selama ini secara ilegal. Alat yang kita serahkan ini ke Polres Psp bisa segera ditindaklanjuti untuk membuktikan apakah memang benar ada dugaan sewa-menyewa alat berat yang kita duga tidak memiliki izin begitu juga dengan galian C-nya,” tuturnya.

Kapolres Psp AKBP Andi S Taufik, melalui Kasatreskrim AKP Anjas Asmara membenarkan, adanya laporan dan penahanan alat berat milik Dinas PU Tapsel yang dilaporkan oleh LSM LIRa Psp. Sejauh ini, sudah 5 orang dimintai keterangan soal laporan tersebut.

Ketika ditanya siapa saja dan apa dugaan sementara, Kasat masih belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut. “Kita masih dalam proses penyelidikan. Nanti kalau sudah ada hasilnya akan kita sampaikan,” katanya.
Sementara Kadis PU Tapsel Sahril, tidak berhasil dikonfirmasi. Berulangkali dihubungi via telepon selularnya, Sahril tidak bersedia memberikan keterangan. (phn/dro)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Memang perlu di teliti kembali,,seperti yg ada di bantaran sugai sihitang,,,,banyaknya galian C atau B atau apalah sudah membuat sungai sdh tidak lagi mencerminkan sungai yg bisa untuk kehidupan orang banyak,,hanya per orangan dengan hilangnya pinggiran sungai yg licin karena hanya ada batu mamak sebagai pingiran yg licin dan tajam. semoga bisa di tertipkan.

  2. koq masih menduga2 yach… lansung saja dapatkan buktiny…baru di esekusi…

    jgan cuma duga2 langsung angkat… !! gk makan lah anak orang,..bapakny gk kerja…!!haha

    salam anak muda pasid.. !!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*