Empat Anak Cari Ayahnya yang Hanyut

Lima Lagi Nemani Ibunya yang Pingsan
Ayah sembilan anak, Taat Lubis (50), hilang di Sungai Batang Angkola, Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayurmatinggi, Tapsel, Selasa (20/12) sekitar pukul 06.00 WIB.  Mendengar kabar tersebut, istri korban, Dingin Pasaribu, histeris dan pingsan.

Empat anak lelaki korban ikut mencari ayahnya yang hanyut. Mereka menyisir sungai dengan menggunakan sampan dan berenang bersama puluhan warga lainnya. Sedangkan lima buah hati korban yang lain menemani ibunya yang pingsan.
Informasi dihimpun METRO dari lokasi kejadian dan warga sekitar menyebutkan, awalnya Taat Lubis menyeberangi sungai dengan menggunakan sampan. Lelaki itu ingin pulang ke rumahnya, usai menjaga durian di kebunnya.

Warga sekitar, Burhanuddin, di sela-sela pencarian korban mengatakan, dari cerita keluarga, korban pergi dari rumah menuju kebun durian miliknya, pada Senin (19/12) malam. “Selain musim hujan, saat ini juga musim durian,” sebut Burhan.

Burhan menambahkan, untuk menuju kebun korban dan sejumlah kebun milik warga lainnya memang harus menyeberangi Sungai Batang Angkola. Pada hari biasa, kata Burhan, sungai ini bisa dilalui dengan berjalan kaki atau sepedamotor karena kedalaman air hanya selutut orang dewasa dan airnya tidak deras.

“Tapi, jika musim hujan seperti ini kedalamannya bisa mencapai 5 meter dan airnya sangat deras. Untuk melaluinya pun harus menggunakan getek atau sampan,” terang Burhan.

Baca Juga :  Tuntutan Imam Gozali Harahap Di Kabulkan - MA Perintahkan BPN Tapsel Cabut 25 SHM Yang Diterbitkannya

Masih menurut Burhan, tadi pagi (kemarin) korban hendak kembali ke rumahnya dengan membawa durian hasil kebun yang dijaganya pada malam itu. Korban nekat menyeberangi sungai menggunakan sampan. Padahal, saat itu air sungai deras dan dalam karena baru turun hujan pada malam harinya. Naas, di tengah sungai tiba-tiba saja sampannya terbalik. Bluuupp, korban beserta duriannya jatuh dan hanyut.

Parahnya, sambung Burhan, korban tidak pandai berenang, sehingga begitu jatuh langsung tenggelam. Selanjutnya, warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengabarkan hal itu kepada keluarga korban.

Sedangkan puluhan warga lainnya terutama kaum prianya langsung melakukan pencarian di Sungai Batang Angkola. Mereka memanfaatkan sampan dan menyelam ke dasar sungai. Namun, hingga pukul 16.00 WIB atau sekitar sepuluh jam pencarian, korban belum juga ditemukan.

Dan, pencarian dihentikan untuk sementara karena cuaca buruk. Hujan masih mengguyur. Warga takut kejadian serupan menimpa yang lain. Warga juga menyayangkan tidak ada bantuan pemerintah setempat untuk membantu mencari korban.
Di rumah korban, sanak keluarga dan tetangga sudah ramai menunggu kabar dan kepastian nasib ayah sembilan anak ini. Ketika sanak saudara memberikan ucapan sabar kepada istri korban, ia terus menjerit-jerit histeris bahkan sampai pingsan.

Sementara itu, Camat Sayurmatinggi Taufik, kepada METRO, Selasa (20/12) melalui telepon selulernya, membenarkan laporan Kepala Desa Aek Badak Julu, tentang warganya yang hanyut di sungai dan korban belum ditemukan. “Betul ada laporannya begitu. Tapi korban masih belum ditemukan. Saya sedang di Psp ada yang meninggal dan sekarang sedang melayat,” ucapnya. (phn)

Baca Juga :  Agum: Pemain LPI Bisa Gabung Timnas, asal...

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*