Empat Menteri Kunjungi Lokasi Bencana di Mentawai

Empat menteri Kabinet Indonesia Bersatu dijadwalkan meninjau lokasi bencana Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (16/11) berkaitan rencana relokasi korban tsunami di kabupaten itu.

Keempat menteri itu, Menko Kesra Agung Laksono, Menhub Freddy Numberi, Menpera Suharso Monoarfa dan Menteri PU Djoko Kirmanto, kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumbar Surya Budhi di Padang, Minggu, (14/11).

Kesempatan peninjauan ke Mentawai itu, juga akan hadir Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif.

Budhi menjelaskan, empat menteri dan kepala BNPB yang akan berkunjung ke Sumbar itu, sesuai jadwalnya sampai di Padang pada Senin sekitar pukul 18.00 WIB.

Dalam agenda kunjungan empat menteri itu, pada Senin malam akan bertemu dengan bupati dan wali kota se-Sumbar di Auditorium gubernur. “Jadi, pertemuan dengan kepala daerah se Sumbar itu, di antaranya akan membicarakan mengenai penanganan bencana, terutama daerah-daerah yang berada di kawasan pantai barat Sumbar,” katanya.

Selanjutnya pada Selasa pagi, baru para menteri dan kepala BNPB yang didampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menuju Mentawai melalui jalur udara.

Peninjauan ke Mentawai, persiapan dengan rencana relokasi para pengungsi tsunami, setelah sebelumnya diintruksikan Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mengunjungi Mentawai tiga hari pascabencana.

Meski masa tanggap darurat bencana tsunami Mentawai, katanya, masih dalam masa tanggap darurat upaya pembangunan hunian sementara sudah dilakukan.

Baca Juga :  Bila Ada Pengontrak Rumah Mencurigakan? Laporkan ke Polisi

“Kunjungan empat menteri ke Mentawai, kemungkinannya hanya dalam hitungan jam untuk melihat kesiapan daerah dalam rencana relokasi itu,” katanya dan menambahkan dijadwalkan pada Selasa sore kembali bertolak ke Jakarta.(TvOne)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*