Enam Provokator Kerusuhan Madina Ditangkap Polda Sumut

20110603083350200 Enam Provokator Kerusuhan Madina Ditangkap Polda Sumut[MEDAN] Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menangkap enam tersangka yang dicurigai sebagai provokator di balik kerusuhan di Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (3/6) dini hari. Mereka juga diduga terlibat dalam pembakaran aset milik PT Sorik Mas Mining (SMM), Minggu (29/5) lalu.

Enam tersangka yang diringkus polisi dari Desa Hutagodang Muda tersebut yakni, Mulkanuddin Lubis, Andi Pelangi, Fatmawati, Mardiah Batubara, Asni dan Darma Lubis. Mereka kini sedang menjalani pemeriksaan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut di Markas Polda Sumut.

“Satu di antara enam orang yang diamankan tersebut sudah dijadikan tersangka. Dia adalah Mulkanuddin Lubis. Lima orang lainnya masih menjalani proses pemeriksaan. Kemungkinan mereka juga akan ditahan bila terbukti terlibat,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Agus Andrianto.

Menurut Agus, para pelaku yang diamankan tersebut masing-masing mempunyai peranan di balik kerusuhan tersebut. Mulkanuddin sebagai orang yang memprovokasi masyarakat dan terlibat pembakaran, Fatmawati sebagai penggerak anak sekolah untuk berdemo dan Andi Pelangi sebagai penggerak massa dan penyiram bensin.

“Fatmawati juga terlibat dalam membakar kantor PT SMM. Dia sama dengan Mardiah Batubara. Sementara itu, Asni mempunyai peranan sebagai penyedia dana untuk membeli bahan bakar minyak. Darma Lubis juga terkait dalam pembakaran tersebut. Masih ada dalang lainnya yang sedang dicari,” katanya.

Baca Juga :  Oknum Polisi Polres Tapsel Gelar Pesta Sabu

Polisi juga mengamankan salinan berupa tuntutan masyarakat terhadap perusahaan dan ancaman terhadap masyarakat jika tidak terlibat dalam melakukan demo sebelum terjadinya kerusuhan tersebut.

Dalam salinan yang ditandatangani oleh kepala desa, sekretaris desa, panitia aspirasi masyarakat dan lembaga permasyarakatan desa di sana itu berisikan ancaman akan mengusir masyarakat yang tidak mau terlibat mendemo perusahaan tambang ermas tersebut.

Sementara itu, tuntutan merteka terhadap perusahaan itu berupa, setiap kepala keluarga harus mendapatkan lahan pertanian siap untuk dipanen seluas dua hektar, beasiswa dengan perincian setiap siswa sekolah lanjut tingkat pertama (SLTP) mendapatkan santunan biaya Rp 500 ribu setiap bulannya.

Untuk sekolah lanjut tengah atas (SLTA) mendapatkan bantuan Rp 1.000.000/orang sertiap bulannya. Begitu juga dengan masyarakat yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi untuk tingkat Starata Satu (S1) diwajibkan dibantu Rp 2.500.000 / orang setiap bulannya. Untuk penddidikan S3 wajib dibantu Rp 5.000.000 setiap bulannya.

Tuntutan ini belum termasuk kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan. Masyarakat juga meminta perusahaan untuk menyediakan kredit usaha rakyat sebesar Rp 500 juta, mernanggung seluruh biaya perobatan sesuai tagihan rumah sakit, biaya pembinaan desa sebesar Rp 500 juta / triwulan dan lainnya. [155]

Sumber: suarapembaruan.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Sekwan Ditahan Anggota DPRD Belum Gajian

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*