Etnis Nias Tapsel Diminta Bangkit dari Ketertinggalan

P.Sidimpuan, (Analisa)

Calon Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu meminta, etnis nias yang menetap di Kabupaten Tapanuli Selatan untuk bangkit dari ketertinggalan yang selama ini didera.

“Mari jadikan Pilkada ini, sebagai momentum kebangkitan ono niha (orang Nias) di Tapsel. ” ujarnya dihadapan 2.000- an warga Nias di Dusun Aek Sabatang Godang, baru-baru ini.

Dikatakan, selama ini etnis Nias di Kabupaten Tapsel masih termarginalkan karena belum mendapatkan haknya.

Salah satu contoh seperti yang dialami masyarakat Nias di Dusun Aek Sabatang Godang. Dimana, sejak 40 tahun lalu mereka bermukim di dusun itu belum pernah sekalipun menikmati pembangunan. Padahal, keberadaan dan kehadiran suku Nias di Kabupaten Tapsel sudah jelas banyak memberikan kontribusi positif pada pembangunan daerah misalnya dengan menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertanian.

Syahrul mengatakan, jika Sarasi terpilih masyarakat Nias akan mendapatkan perlakuan yang sama baik dibidang pendidikan, kesehatan dan lainnya. “Jika masyarakat mempercayakan Sarasi memimpin Tapsel ke depan, kami akan langsung mengalokasikan Rp 2 miliar untuk pembangunan jalan menuju Dusun Aek Sabatang Godang dan Aek Sabatang Menek,” tegas Syahrul yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh Ono Niha.

Obok-Obok

Sementara Ketua DPRD Tapsel H. Rahmat Nasution meminta agar Ono Niha jangan mau diobok-obok dan dibuai janji-janji muluk. Sebab, pada saat seperti sekarang ini akan sangat banyak orang yang datang dan mengaku ingin melakukan yang terbaik di Tapsel. ” Jangan mau termakan janji-janji manis. Kita tidak mau memberi janji tapi bukti nyata, “terangnya.

Baca Juga :  Universitas Graha Nusantara (UGN) Direkomendasikan Jadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN)

Diceritakannya, pada 2004 lalu, ia pertama kali berkunjung ke Dusun itu. Dia kasihan dan terharu mendengar penuturan warga bahwa di dusunnya belum ada sekolah. Mendengar keluhan itu, Rahmad bersama warga langsung menggagas pendirian sekolah.

“Alhamdulillah, dalam waktu singkat kami sudah bisa merampungkan pembangunan 2 lokal sekolah berdinding papan. Sekarang muridnya sampai 209 orang. Sekolah itu saya bangun dengan uang saya sendiri tanpa sepeserpun bantuan pemerintah,” tuturnya.

Ketua Komisi III DPRD Tapsel, Mahmud Lubis dalam sambutannya juga mengajak seluruh Ono Niha keluar dari ketertinggalan dan ikut merasakan kemerdekaan, kebebasan dan menikmati pembangunan.

Menurut Mahmud, peran masyarakat Ono Niha sungguh sangat besar. Misalnya, potensi alam yang selama ini belum tersentuh, dengan kehadiran Ono Niha semua itu sudah menghasilkan. “Semua apa yang kita bicarakan hari ini akan bisa terwujud. Caranya sangat mudah yaitu dengan mendukung dan memenangkan pasangan Sarasi yang asli putra daerah sebagai bupati dan wakil bupati Tapsel. Dan satu lagi, jika pasangan Sarasi menang, kita akan menggelar pesta budaya Nias setiap tahun di Tapsel,” ujar Mahmud.

Sebelumnya, Kepala Dusun Aek Sabatang Godang, Edison Halawa mengatakan, sejak 40 tahun lalu, dusun yang mereka tempati belum pernah tersentuh pembangunan. Sarana pendidikan, kesehatan tidak ada. Anak-anak terpaksa bersekolah ke Rianiate yang jaraknya cukup jauh mencapai 5 KM. Demikian juga bila ada warga yang sakit harus di bawa ke Rianiate.

Baca Juga :  Data Korban Banjir Banjir di Sulangaling Belum Jelas

“Kami sangat berterimakasih kepada Ketua DPRD Tapsel, H Rahmad Nasution yang telah mau membangun sekolah di dusun kami. Kami sudah menabalkan Bapak Rahmad sebagai bapak pendidikan di dusun kami. Dan kami akan mendukung dan memenangkan pasangan Sarasi yang didukung bapak Rahmad,” ujarnya polos. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*