Evakuasi Korban Longsor Tambang Madina Kemungkinan Akan Dihentikan

Panyabungan, (Analisa). Proses evakuasi atas korban longsor tambang ilegal di Hutabargot Nauli Kabupaten Mandailing Natal kemungkinan akan dihentikan. Sebab kondisi tanah di lokasi yang sangat labil serta susahnya membawa alat-alat evakuasi ke dalam lubang yang kedalamannya mencapai 170 meter.

Salah seorang anggota Tim Basarnas Adi Pandawa kepada wartawan, Senin (11/2) mengungkapkan untuk melakukan evakuasi terhadap korban saat ini kemungkinannya fifty-fifty mengingat lokasi yang tidak memungkinkan untuk dimasuki lagi, serta untuk membawa alat ke dalam lubang sangat sulit.

“Saya sudah masuk ke dalam lubang untuk membawa alat yang kita miliki yang berukuran sekitar 50 x 50 Cm tidak bisa masuk ditambah lagi kondisi tanah yang cukup labih serta sangat mudah longsor ataupun ambruk,” katanya.

Sementara itu Bupati Madina HM Hidayat Batubara SE menyebutkan, pihaknya masih terus berupaya melakukan evakuasi. Jika memang harus dihentikan masih akan menunggu laporan dari BPBD Madina dan Tim Basarnas yang ada di lokasi.

“Dihentikan atau dilanjutkan untuk mengevakuasi korban ini tergantung pada laporan BPBD Madina, meskipun hari ini merupakan hari terakhir untuk tanggap darurat, saya masih menunggu laporannya,” katanya, Senin (11/2).

Untuk dihentikan atau tidak kata Bupati tergantung laporan dari BPBD dan Ti Basarnas yang saat ini masih terus berupaya di lokasi. “Bila memang proses evakuasi ini nantinya kita hentikan saya berharap agar keluarga korban bisa bersabar dan menerima,” kata Bupati.

Baca Juga :  Pengerasan Jalan Menuju Aloban Diapresiasi

Lebih Enam Orang

Tim Basarnas telah bisa memastikan ada korban tewas di atas enam orang namun belum bisa diangkat akibat sangat sulitnya lokasi serta labihnya tanah di daerah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madina Rizpan Zuliardy mengatakan hal itu. Diakui, Basarnas masih terus berupaya untuk mengeluarkan para korban meskipun saat ini telah memasuki hari ke tujuh fase Tanggap Darurat.

“Mungkin hari ini adalah hari terakhir untuk pencarian korban yang masih tertimbun di dalam lubang, setelah itu nantinya akan kita laporkan kepada Bupati apakah upaya evakuasi akan kita hentikan atau terus dilanjutkan,” kata Rizpan.

Dari laporan sementara kata Rizpan, kondisi di lokasi lubang terdapat kedalaman sekitar 170 meter, di dialam lubang terdapat beberapa jalur- jalur yang hanya bisa dimasuki satu orang saja.

“Tanah yang ambruk tersebut cukup banyak, untuk mengevakuasi korban harus terlebih dauhulu mengangkat tanah dan bebatuan yang menimpa korban dan hal itu sangat berbahaya bagi petugas untuk mengevakuasi, itupun untuk hari terakhir ini kita masih terus berupaya,” tegasnya. (sah)

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*