Evaluasi KY – Antasari Tak Balas SMS Nasrudin

4268342p Evaluasi KY Antasari Tak Balas SMS Nasrudin
Sejumlah pendukung Antasari Azhar menggelar demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (20/4). Mereka menuntut pembebasan Antasari Azhar yang dihukum 18 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen.

KOMPAS.com – Komisi Yudisial hari ini, Jumat (06/05/2011) memeriksa ahli Informasi Teknologi dari Institut Teknologi Bandung Fakultas Tekhnik Elektro, Agung Harsoyo. Pemeriksaan Agung dilakukan oleh Komisioner Komisi Yudisial diantaranya Suparman Marzuki, Taufiqurrohman Syahuri dan Jaja Ahmad Jayus.

Agung menyatakan, keterangannya di Komisi Yudisial sama persis dengan kesaksiannya dalam sidang kasus mantan Ketua KPK, Antasari Azhar, dalam perkara pembunuhan terhadap Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnain. “Saya telah memberikan keterangan yang subtansinya sudah sesuai dengan di sidang pengadilan saat itu mengenai aliran data. Ada aliran dari nomor NZ (Nasrudin Zulakarnain) ke AA (Antasari Azhar) selama 4 kali dan tidak ada balikannya atau balasan SMS dari AA,” ungkap Agung Harsoyo di ruang balai media Komisi Yudisial, Jumat.

Agung menuturkan, empat SMS tersebut berasal dari data CDR operator telepon milik Nasrudin dan Antasari. Data CDR tersebut hanya mencatat, nomor-nomor pengirim dan penerima. Oleh karena itu, isi SMS dari Nazrudin ke Antazari pun tidak diketahui.

“Kalau dari CDR, tidak bisa diketahui isi subtansi SMS-nya, hanya tercatat nomor penerima dan pengirim SMS. Jadi, memang tidak diketahui isi substansi SMS-nya,” imbuh dia.

Sementara itu, juru bicara Komisi Yudisial, Asep Rahmat Fajar menyatakan tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait pemeriksaan ini karena bersifat rahasia dan tertutup. “Saya tidak bisa menyampaikan bagaimana pemeriksaannya berjalan, isi pemeriksaan seperti apa, karena ini bersifat tertutup. Jika ada agenda pemanggilan baru kami sampaikan lagi,” ungkap Asep.

Baca Juga :  Kuota formasi Penerimaan CPNS Untuk Kota Padangsidimpuan Tahun 2010 Diumumkan ke Publik 16 Nopember

Seperti diketahui, Agung Harsoyo menjadi saksi ahli dalam sidang perkara pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnain di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang menjerat Antasari Azhar. Dalam sidang itu, Agung menjelaskan, pada telepon genggam Nasrudin terdapat 205 pesan singkat yang tidak jelas berasal dari nomor siapa dan diduga bukan dikirim Antasari.

Sementara itu, dari telepon genggam milik Antasari, diketahui juga terdapat 35 pesan singkat dari nomor tak dikenal. Empat pesan singkat tersebut, termasuk dalam 35 pesan ke Antasari. Hanya nomor Nasrudin yang terdeteksi di dalam list 35 pesan, sedangkan nomor lainnya tidak diketahui pemiliknya. Namun, isi pesan-pesan tersebut sampai saat ini belum diketahui.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*