Facebook Cuma Butuh 48 Jam untuk Beli Instagram Rp 9 Triliun

KOMPAS.com – Meski harus mengeluarkan dana yang sangat besar, tak butuh waktu lama bagi Facebook untuk memutuskan membeli Instagram.

Negosiasi akuisisi bernilai 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 9 triliun) itu, dikabarkan selesai dalam waktu singkat, 48 jam alias dua hari saja.

Facebook membuat kabar besar pada Senin (9/4/2012), dengan membeli perusahaan rintisan berbasis teknologi informasi (startup) itu dalam bentuk tunai dan saham.

Seperti diberitakan The New York Times, sang CEO Facebook Mark Zuckerberg, turun tangan langsung dalam negoisiasi tersebut. Ia menelepon pendiri sekaligus CEO Instagram Kevin Systrom pada akhir pekan.

Saat itu, Instagram yang diasuh 13 karyawan baru saja mendapat investasi baru 50 juta dollar AS dari Sequoia, Josh Kushner’s Thrive Capital, Greylock dan Benchmark.

Investasi tersebut membuat startup kecil asal San Fransisco menjadi bernilai 500 juta dollar AS.

Sebelum nilai Instagram makin tinggi, maka Zuckerberg memilih untuk bergerak cepat, dan membeli dengan harga fantastis.

“Saya rasa Facebook panik,” kata sumber terpercaya kepada Fortune.

—————————————————————-

Untuk Apa Facebook Beli Instagram?

KOMPAS.com – Nilai pembelian Instagram oleh Facebook yang sangat fantastis, Rp 9 triliun, menimbulkan banyak pertanyaan. Salah satunya adalah untuk apa Facebook membeli Instagram.

Instagram adalah aplikasi untuk mengedit foto dengan beragam pilihan filter dan efek kemudian hasilnya dibagikan dalam jejaring sosial sangat populer di kalangan pengguna smartphone saat ini.

Sejak dirilis Januari 2011, Instagram yang awalnya hanya tersedia untuk platform iOS, iPhone, telah berhasil menarik minat sekitar 50 juta pengguna.

Jumlah pengguna terus berlipat sejak Instagram juga tersedia untuk platform Android minggu lalu dengan pertambahan pengguna mencapai 1 juta pengguna setiap 24 jam.

Inilah alasan Facebook mau menggelontorkan dana yang sangat besar untuk membeli Instagram:

1. User
Instagram saat ini telah memiliki lebih dari 30 juta pengguna dan bertambah terus sejak versi untuk Android dirilis.

Meski sudah memiliki 850 juta pengguna, Facebook tetap melihat Instagram sangat berpotensi menambah jumlah pengguna Facebook.

2. Mobile
Alasan nomor dua ini bisa jadi adalah alasan utama Facebook membeli Instagram.

Meski hanya berkutat di mobile, pengguna Instagram bisa disebut sangat banyak.

Facebook pun sebenarnya memiliki basis pengguna mobile yang sangat besar. Tapi ada satu yang tak dimiliki oleh Facebook, yaitu kemudahan meng-upload foto atau mobile uploading.

Di Instagram, orang bisa dengan sangat gampang, hanya 6 langkah, untuk meng-upload sebuah foto beserta filter-filternya. Bandingkan dengan di Facebook yang perlu 10 langkah untuk meng-upload foto, itu tanpa ada langkah penambahan filter dan editing di foto.

3. Bersaing dengan Google dan Twitter
Alasan lain yang membuat Facebook mengakuisisi Instagram adalah demi mendahului gerak dua pesaingnya, yaitu Google dan Twitter.

Twitter adalah pesaing kuat Facebook di bisnis jejaring sosial. Meski hanya mengandalkan teks, Twitter memiliki basis pengguna yang sangat kuat.

Baca Juga :  Suicide Machine, Penghapus Data Jejaring Sosial

Sedangkan Google, meski belum bertaring dengan Google+, tetap dipandang Facebook sebagai pesaing utama karena produk-produk hebat lainnya, seperti mesin pencari, Gmail, YouTube, dan lainnya.

Google yang memiliki dana yang tak terbatas disebut tertarik membeli Instagram. Inilah yang membuat Facebook buru-buru mengambilalih Instagram.

4. Data

Instagram telah memiliki 30 juta pengguna yang telah meng-upload lebih dari 100 juta foto yang berisi data geotagging dan bisa juga data personal.

Inilah sepertinya yang juga diincar oleh Facebook. Facebook memang memerlukan data tersebut untuk berbagai keperluan, salah satunya untuk kepentingan pengiklan.

 

———————————-

Instagram Mengancam, Instagram Digenggam

KOMPAS.com – Raksasa jejaring sosial Facebook mengejutkan banyak pihak dengan aksi akuisisi mencaplok sebuah start-up kecil yang menciptakan aplikasi mobile Instagram. Nilai akuisisi itu sebesar 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 9,1 triliun) dalam bentuk tunai dan saham.

Instagram masih terbilang muda, dan saat ini hanya diasuh oleh 13 orang karyawan. Aplikasi yang dibangun Kevin Systrom and Mike Krieger ini baru hadir di perangkat berbasis iOS pada 18 bulan lalu, tepatnya 6 Oktober 2010.

Instagram berhasil menyerang kelemahan Facebook dalam hal berbagi foto. Meski Facebook telah menjadi situs jejaring sosial dengan jumlah unggahan foto terbesar, namun Facebook belum memberi fitur dan hal menarik yang memudahkan pengguna memajang fotonya.

Instagram berhasil menawarkan kesederhanaan tersendiri, namun tetap mengasyikan bagi penggunanya yang gemar bersosial lewat smartphone. Sedangkan Facebook, meski telah memiliki versi mobile namun belum secara maksimal memberi kemudahan jika diakses melalui smartphone.

Inilah yang sepertinya menjadi alasan utama Facebook mengakuisisi Instagram. Jadi sebelum dibeli, bisa dibilang Instagram adalah kompetitor yang mengancam Facebook. Ketimbang harus bersaing, Facebook memilih langkah “menggenggamnya” namun tentu dengan angka pembelian yang sangat fantastis.

Menurut mantan analis Wall Street sekaligus pemodal ventura Mary Meeker, internet akan lebih sering diakses lewat perangkat mobile ketimbang dengan PC pada tahun 2013 nanti.

Dengan mudah, Instagram digunakan oleh 30 juta pengguna perangkat iOS dan sudah ada 400 juta foto yang diunggah pada akhir 2011 lalu. Jumlah tersebut belum termasuk pengguna Android yang baru saja bisa menikmati Instagram pada 9 April 2012 lalu.

Aksi akuisisi Facebook ini, membuktikan betapa pentingnya mobile dan kemampuan berbagi foto..

Dalam waktu 24 jam setelah Instagram dirilis di toko aplikasi online khusus Android, Google Play Store, aplikasi sudah diunduh 1 juta kali lebih. Sign-up per menitnya mencapai 2.000 aktivasi.

Peningkatan ini terbilang sangat cepat, bahkan melampui Facebook.

Langkah Facebook mengakuisisi Instagram menjadi langkah yang tepat untuk jangka panjang jejaring sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu.

Di tengah serbuan situs jejaring sosial lainnya macam Pinterest, Path bahkan Twitter, Facebook diharuskan mencari jalan keluar menutupi satu dan lain hal kekurangannya. Jika tidak, maka Facebook bisa bernasib sama seperti Friendster.

Baca Juga :  20 Cara Mendongkrak Google+

Friendster dianggap tidak mampu memberi kemudahan dan kecepatan, hingga penggunanya eksodus ke Facebook.

—————————

KOMPAS.com — Facebook telah mengumumkan akuisisi terhadap Instagram senilai 1 miliar dollar AS (lebih dari Rp 9 triliun) dalam bentuk tunai dan saham.

Instagram yang telah memiliki 30 juta pengguna, ternyata hanya memiliki 13  karyawan. Maka, jika dihitung, akuisisi penuh Facebook ini membuat karyawan Instagram memiliki nilai jauh di atas karyawan Facebook, Apple, atau Google.

Berdasarkan estimasi yang dilakukan oleh Rebecca Rosen dari The Atlantic, setiap karyawan Instagram kini bernilai 77 juta dollar AS. Angka ini menempatkan karyawan Instagram tiga kali lebih “mahal” daripada karyawan Facebook dan 15 kali lebih “mahal” daripada karyawan Apple dan Google.

Perhitungan ini didasarkan pada penghitungan nilai perusahaan dibagi jumlah karyawan. Berikut adalah grafik peringkat nilai karyawan dari 13 perusahaan teknologi di AS:

6917121622 a67e9e6499 Facebook Cuma Butuh 48 Jam untuk Beli Instagram Rp 9 Triliun

Dari grafik di atas, karyawan Facebook hanya bernilai 25 juta dollar AS, disusul karyawan Apple dan Google yang bahkan tidak menyentuh angka 10 juta dollar AS.

Uniknya, Facebook memang membeli Instagram saat perusahaan ini belum menghasilkan uang.

Akan banyak orang bertanya, apakah angka 1 miliar dollar AS layak untuk membeli Instagram? Setidaknya, ada tiga hal yang bisa menjelaskan alasan Facebook membeli Instagram, yakni:

  1. Instagram sejak dirilis Januari 2011, awalnya hanya tersedia untuk platform iOS, tetapi telah berhasil menarik minat sekitar 30 juta pengguna. Jumlah pengguna terus berlipat sejak Instagram juga tersedia untuk platform Android minggu lalu dengan pertambahan pengguna mencapai 1 juta pengguna setiap 24 jam.
  2. Pengguna Facebook menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat gambar daripada membaca newsfeed.
    Jika Facebook berperan sebagai jejaring sosial untuk berbagi foto,  jejaring sosial seperti Instagram adalah saingan berat. Minggu lalu, nilai Instagram sudah mencapai 500 juta dollar AS yang diperoleh dari beberapa investor. Facebook kemudian mengakuisisi penuh seharga 1 miliar dollar AS.
  3. Pengguna Instagram menggunakan aplikasi ini untuk dibagikan ke beragam jejaring sosial. Facebook membeli Instagram agar integrasi kedua jejaring sosial ini bisa lebih mudah meskipun Mark Zuckerberg, sang founder, mengatakan Instagram tak akan serta merta dilebur ke Facebook.

 

Sumber: kompas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*