Facebook “ Gaet “ Pelajar Kota Sidimpuan

www.waspada.co.id

Dinamika zaman tiap detik berkembang,seiring itu desain teknologi makin canggih dengan berbagai metode penggunaan hadir di tengah – tengah masyarakat Indonesia tanpa pandang bulu.

Bahkan kehadiran teknologi terkadang memaksa masyarakat untuk tahu, walaupun tidak paham mengaksesnya, minimal tahu kegunaannya, contoh paling nyata belakangan ini situs internet yang sudah merambah pedesaan.

Dari internet, semua program baik itu di bidang ekonomi, perdagangan, fashion, game, budaya, pertanian, dan juga situs porno dengan mudah diakses hanya dengan modal Rp5.000 – Rp6.000 per jam.

Dari semua sajian produk buatan Jepang maupun Amerika itu, yang paling berbahaya situs porno yang dengan cepat mampu memaksa anak di bawah umur dewasa serta merusak moral generasi muda, bahkan mampu juga merusak moral manusia di usia senja.

Karena itu tidak mengherankan jika dalam setiap terbitan media cetak maupun elektronik, selalu ada saja berita tentang pemerkosaan dan perbuatan cabul atau sejenisnya, sehingga secara tidak sadar moral kita masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim dipertontonkan dengan legal.

Di satu sisi perkembangan teknologi canggih mampu meningkatkan etos kerja, namun di sisi lain justru merusak ahlak manusia yang lebih cenderung pada lahirnya pergaulan bebas.

Belakangan ini muncul lagi program baru di dunia maya yang lebih populer dengan istilah facebook ( FB ). Penggemarnya tidak tanggung – tanggung, orang tua,anak muda, mahasiswa,bahkan di tingkat pelajar SLTA pun sudah mengerti dengan yang namanya facebook.

Baca Juga :  Lomba Cipta Lagu Mars dan Hymne Kabupaten Tapanuli Selatan

Karena itu tidak mengherankan kalau di setiap inti Kota Padangsidimpuan sekarang ini sudah “ tumbuh menjamur ” warung warnet ( warnet ) yang berkembang cepat setelah warung ponsel.

Ironisnya, warnet sekarang  menjadi tempat “ pelarian “ para pelajar dari semua tingkatan kecuali tingkat Sekolah Dasar ( SD)), tidak peduli di saat jam belajar maupun di luar jam belajar.

Pengunjung warnet dengan pakaian seragam
sekolah banyak dijumpai, kondisi yang demikian akhirnya “ menjelma “ menjadi momok atau ancaman menakutkan dalam perkembangan dunia pendidikan Indonesia khususnya di Kota Padangsidimpuan.

Hal ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi Pemko Padangsidimpuan, khususnya Dinas Pendidikan jangan cuma asyik pada program peningkatan fisik pendidikan yang rentan akan kepentingan juga keuntungan. Sebaliknya Satpol PP juga jangan

cuma razia di lolaksi rekreasi, tapi sekarang ini juga perlu merazia warnet. Jika merazia warnet di anggap masih tabu dilakukan, sebaiknya Pemko P. Sidimpuan bersama DPRD mengeluarkan peraturan yang tegas terhadap pengusaha warnet  agar melarang anak berpakaian seragam memasuki warnet nya.Tujuannya tidak lain agar mental dan ahlak para pelajar selaku generasi muda penerus dan pagar bangsa tetap terjaga, karena hanya dengan cara itu keutuhan bangsa ke depan bisa terselamatkan.
(dat04/wsp)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Lagi, Mahasiswa Demo Walikota Padangsidimpuan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*