Facebook Tambah Fitur Verifikasi Login

TEMPO Interaktif, Jakarta – JAKARTA –  Beberapa hari lalu perusahaan keamanan komputer Symantec mendeteksi data pengguna Facebook telah bocor ke pihak lain. Facebook serta merta membantahnya.

Tetapi pada Kamis (12/5) kemarin, perusahaan ini melakukan perubahan pada sistem verifikasi login pengguna. Facebook menambah opsi verifikasinya. Cara ini dimaksudkan untuk mencegah akses dari orang yang tak bertanggung jawab.

Fitur keamanan baru itu dinamai Login Approvals. Ini adalah satu bentuk otentikasi dua faktor, sebagai tambahan terhadap verifikasi dasar yakni mengisi alamat e-mail dan password.

Dengan Login Approvals, pengguna Facebook bisa menambah satu opsi tambahan untuk login, yakni kode angka sekali pakai. Opsi ini akan dipakai saat ada login dari perangkat yang tak diakui oleh pengguna.

Facebook mengirimkan kode angka itu dalam bentuk pesan pendek ke nomor ponsel pengguna yang ditautkan ke akun Facebooknya. Dengan cara ini, Facebook, dalam tulisan di blog resminya, menyatakan bahwa akun akan dilindungi dari akses tanpa izin dari mereka yang telah mencuri user name dan password.

Lain kali si pencuri login, pengguna yang sah akan mendapat peringatan dari Facebook bahwa seseorang sedang berusaha mengakses akun dan diminta mengubah password.

Bila seorang pengguna mengaktifkan fitur Login Approvals, upaya mengakses akun dari perangkat tak dikenal akan otomatis mengunci akun sampai si pemilik melakuka login dari perangkat yang telah disetujui.

Baca Juga :  Orang Kaya Tak Suka Facebook

“Satu tantangan dalam membangun Login Approvals adalah menyeimbangkan antara keamanan dan kegunaan.” kata Andrew Song, salah satu insinyur Google di blog perusahaan itu.

“Fitur yang sama di situs lain akan meminta Anda menguduh aplikasi otentikasi atau membeli token fisik. Ini pendekatan yang bagus dan kami mungkin akan menggabungkannya. Tapi yang penting sekarang adalah menerima masukan dari pengguna yang telah mengaktifkan fitur tersebut,” kata Song.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*