Faisal Reza Pardede; Tidak Ada Yang Keberatan Jika Sipirok Jadi Ibu Kota Kab. Tapanuli Selatan

Jumat, 13 November 209

Ketua DPP Naposo Nauli Bulung Napa Napa ni Sibualbuali Faisal Reza Pardede

MEDAN – Ketua DPP Naposo Nauli Bulung Napa Napa ni Sibualbuali Faisal Reza Pardede, mengemukakan, tidak ada yang keberatan jika Sipirok sebagai ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan, kecuali kalau ingin coba-coba disertai ambisi pribadi dengan mengabaikan UU Pemekaran.

Menurutnya, merupakan tindakan gegabah dan pengingkaran terhadap Undang-undang Nomor 37 Tahun 2007 tentang pemekaran jika ibukota dipindahkan dari Sipirok ke Desa Tolang.

Faisal juga menyebutkan, tadi malam, pelanggaran undang-undang akan mengakibatkan konflik dan pembangkangan. Contoh kasus, pemindahan ibu kota Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tenggara, ke Salakan yang dilakukan dengan alasan pribadi bupati, sehingga akhirnya harga yang sangat mahal harus dibayar rakyat.

“Sangat kita sayangkan kalau kasus yang sama terjadi di Bumi Dalihan Natolu atau Tapanuli Selatang,” ujar Faisal.

Secara ekonomi, paparnya, pembangunan pusat pemerintahan di Desa Tolang sangat tidak efisien dan tidak layak. Sebab, orientasi pemerintahan yang efisien adalah melakukan pelayanan yang murah dan efisien dan hadir di tengah komunitas masyarakat.

Orientasi pelayanan yang baik menurut kami, lanjutnya, dapat dilakukan dengan mengembangkan dan penataan kota yang sudah ada. Contoh nyata, untuk mengembangkan Kota Jakarta saat ini dilakukan secara merger dengan Depok, Tangerang maupun Bekasi.

“Contoh kasus lainnya, rencana pemindahan Jakarta ke Jonggol pada masa pemerintahan orde baru yang dilakukan atas ambisi pribadi, pemindahan ibukota Tangerang ke Tigaraksa. Namun, gagal total karena manfaatnya tidak maksimal,” ujarnya.

Baca Juga :  SK PAW DPP Partai Damai Sejahtera (PDS) Cacat Hukum - PN Padangsidimpuan Perintahkan Untuk Dicabut

Faisal lebih jauh mengemukakan, membangun pusat pemerintahan di Desa Tolang perlu biaya super besar, sedangkan biaya membenahi dan mengembangkan Sipirok lebih sedikit.

Karena di samping membangun perkantoran kawasan Tolang sendiri belum mempunyai infrastrukur pendukung lain seperti jaringan air yang memadai untuk areal perkantoran seluas 275 hektare.

Sedangkan Sipirok sudah ada sejak 288 tahun lalu (sejak tahun 1720), dengan eskalasi pertumbuhan dua kali lebih cepat dari kota normal. Sebab perlu waktu 120 tahun lagi, agar pusat pemerintahan Tapsel sama dengan Sipirok saat ini.

Oleh karena itu diharapkan tidak diabaikannya hak-hak masyarakat Tapsel seperti kesehatan, irigasi, jalan, sekolah dan lainnya.

“Saya tidak dapat membayangkan pusat pemerintahan seperti apa yang akan dibangun di Desa Tolang. Tapi sepengetahuan saya kalaupun terealisasi akan terjadi High Cost Economic Public Service, (biaya mahal) karena jarak dari masyarakat yang akan dilayani sangat jauh,” tegas Faisal.

Dengan kata lain, tambahnya, potensi pertumbuhan Desa Tolang ke depan juga tidak bisa diharapkan, karena di luar lahan 275 hektare yang dibebaskan Pemkab, masyarakat tak bisa membangun hunian, pertokoan atau bangunan lain yang bersifat bangunan privat.

Karena tanah itu milik pemerintah dan tidak dijual. Sedangkan pembebasanya hanya dapat dilakukan melalui DPR, dan bayangkan saja untuk membangun hunian pribadi dan warung rokok milik pribadi pun akhirnya harus izin ke DPR. (ical_sipirok@yahoo.co.id)

Baca Juga :  Kerja Sama dengan Perum Perumnas Reg I Riau - Pemkab Palas Bangun 1.000 Rumah untuk PNS

Link: https://apakabarsidimpuan.com/2009/11/faisal-reza-pardede-tidak-ada-yang-keberatan-jika-sipirok-sebagai-ibu-kota-kabupaten-tapanuli-selatan/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Kalau tidak ada yang keberatan, mengapa begitu lama dipindahkan dipindahkan kantor Pemerintahan Pemda Tapsel ke daerah Kota Sipirok ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*