Farhat Abbas : 99% Pasti Ariel dan Luna…..!

GARA-gara video mesum beredar, Luna Maya dan Ariel Peterpan dilaporkan ke polisi oleh Ketua Lembaga Sosial Masyarakat Hukum Jamin Rakyat, Farhat Abbas ke Sentra Pelayanan Polda Metro Jaya. “Mereka harus dipenjara karena melanggar norma agama dan undang-undang,” kata Farhat yang juga dikenal sebagai pengacara kondang ini di Markas Polda Metro Jaya Jakarta, Senin (76/).

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP 1913/VI/2010/Ditreskrimsus, suami penyanyi Dia Daniati itu melaporkan kedua artis ini dengan dugaan melanggar Pasal 282 tentang Asusila KUHPidana. Karenanya, Farhat mendesak penyidik membekuk pelaku yang menyebarkan video hubungan intim itu dengan jeratan UU Nomor 11/2008 Pasal 27 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Farhat mengaku sangat yakin bahwa dalam video tersebut memang asli Luna dan Ariel, bukan orang lain atau rekayasa. “Sembilan puluh sembilan persen pelaku video porno itu mereka (Ariel dan Luna). Kalau itu tidak benar, mereka akan senang dengan laporan ini. Jika itu mereka, pasti mereka akan takut,” tegas Farhat.

Polda Metro Jaya sendiri saat ini tengah melakukan penyelidikan atas beredarnya video porno dua seri dengan durasi enam menit 49 detik dan dua menit 19 detik. Kahumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya tengah membentuk tim untuk menyelidiki dugaan peredaran video porno yang dilakukan artis ibukota terkenal itu.

Baca Juga :  Diet Cacing Pita Populer di Kalangan Model

“Tentunya polisi menginvestigasi melalui media cyber untuk mencari tahu siapa pelaku yang mendistribusikan video itu,” jelasnya.

Sementara itu, maraknya tayangan blue film ala artis yang mirip Luna dan Ariel ternyata jadi keuntungan tersendiri buat para pedagang DVD/VCD yang biasa mangkal di kawasan Glodok Jakarta Barat. Kebanyakan dari mereka memanfaatkan momen heboh itu dengan cara menggandakan format MP 4 video mesum tersebut dalam bentuk video caset disc (VCD) dan digital video disc (DVD). Umumnya para pedagang menjual dengan harga kisaran Rp30.000 hingga Rp70.000.

“Awalnya kita menjual dengan harga Rp20.000-Rp25.000, tapi karena banyak permintaan dan barangnya terbatas maka harganya kita naikkan dua kali hingga tiga kali lipat. Dan kebanyakan pembeli tidak merasa keberatan,” kata Ical, yang biasa mangkal di Glodok, Senin (7/6).

Sumber: http://batakpos-online.com/content/view/14787/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*