FIFA Juga Tolak Pencalonan Toisutta dan Arifin

Selain Nurdin Halid, FIFA juga melarang Arifin Panigoro, Nirwan Bakrie, dan George Toisutta untuk dicalonkan pada Kongres PSSI yang mengagendakan pemilihan ketua dan wakil ketua serta anggota Komite Eksekutif (Exco) periode 2011-2015.

1748294p FIFA Juga Tolak Pencalonan Toisutta dan Arifin
Ketua umum PSM Makasar, Ilham Sirajudin, Manager Persema Malang, Asmuri, dan Direktur Persib, Umuh Muchtar (kanan-kiri), berjabat tangan dengan KSAD Jendral TNI George Toisutta (kiri), usai acara dukungan kepada George untuk maju sebagai calon Ketua PSSI, di Mabes Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Rabu (2/2/2011). Namun, selain menolak Nurdin Halid mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI, FIFA juga menolak Toisutta, Arifin Panigoro, dan Nirwan Bakrie.

Hal itu merupakan hasil pertemuan Ketua Umum KONI Rita Subowo dengan Presiden FIFA Joseph “Sepp” Blatter di Zurich, Swiss, Selasa (8/3/2011). Rita menjelaskan, Blatter melarang Nurdin maju karena statusnya yang merupakan mantan narapidana yang dinilai melanggar Statuta FIFA. Tidak hanya itu, Blatter juga menolak ketiga calon yang digugurkan oleh Komite Banding untuk dicalonkan pada kongres pemilihan pengurus baru PSSI.

“Kalau Pak Nurdin karena statuta dan yang tiga (calon lain) karena hasil Komite Banding. Kalau melanggar, PSSI dapat serious suspension,” kata Rita, lewat pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (9/3/2011) dini hari WIB.

Bulan lalu, Komite Pemilihan mengumumkan hasil verifikasi mereka atas calon ketua umum PSSI periode 2011-2015. Dalam proses verifikasi itu, Komite Pemilihan meloloskan Nurdin dan Nirwan sebagai calon ketua umum baru serta menggugurkan Arifin dan Toisutta.

Tidak terima dengan hasil itu, Arifin dan Toisutta mengajukan banding. Namun, Komite Banding tidak mengabulkan banding kedua bakal calon pimpinan PSSI tersebut. Pada waktu bersamaan, Komite Banding juga menolak hasil verifikasi terhadap Nurdin dan Nirwan sehingga keduanya pun gugur dari pencalonan. (kompas.com)

Karena tidak ada calon yang bisa dipilih, PSSI menunda penyelenggaraan kongres yang seyogianya diselenggarakan di Bali pada 26 Maret. FIFA kemudian meminta PSSI untuk membentuk Komite Pemilihan pada 26 Maret. Atas perintah FIFA pula, Kongres Pemilihan harus sudah digelar sebelum 30 April. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Mutasi Pejabat Pemkab Madina Dinilai Berbau Politis

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*