FIFA Selidiki Rumor Hukuman untuk Korut

Kegagalan Korea Utara tampil baik di Piala Dunia 2010 telah memantik rumor bahwa mereka dikenai hukuman saat pulang. FIFA pun bereaksi untuk menyelidiki kebenaran kabar itu.

Adalah Radio Free Asia yang pertama kali mengabarkan bahwa para pemain Korut telah dipermalukan di depan umum dan pelatih Kim Jong-hun dikirim untuk melakukan kerja kasar.

Dalam laporannya, radio yang dibiayai oleh Amerika itu menyebutkan bahwa para pemain ‘disidang’ oleh para pejabat, termasuk Menteri Olahraganya, selama enam jam.

Para pemain lantas diminta untuk mencela pelatihnya sendiri, Jong-hun. Kemudian, ada pula kabar  yang menyebutkan Jong-hun diminta untuk jadi kuli di sebuah bangunan di Pyongyang.

Diwartakan BBC, Presiden FIFA Sepp Blatter telah mendengar kabar tersebut dan telah mengirim surat kepada Federasi Sepakbola Korut untuk menanyakan perihal rumor tersebut.

“Langkah pertama kami adalah menghubungi federasinya dan kami akan melihat apa jawaban mereka. Lalu kami akan menelisik dari sana,” ujar Blatter dari Singapura.

Presiden Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) Mohammed Bin Hammam, yang sempat bertemu para pemain Korut tanpa Jong-hun di Korut bulan lalu, juga mengaku mendengar kabar tentang penyiksaan kepada para pemain.

“Ada laporan yang belum bisa dikonfirmasi bahwa para pemain telah mengalami penyiksaan atau sejenisnya, tapi saya tidak bisa memastikan itu,” ujar Bin Hammam.

“Saya belum pernah melihat apapun dengan mata saya sendiri atau mendengar apapun dari telinga saya sendiri. Mungkin investigasi FIFA bisa menjernihkan persoalan,” pungkas dia.

Baca Juga :  'Capello Adalah Kesalahan Inggris'

Pada Piala Dunia 2010, Korut gagal memetik satu pun kemenangan. Usai ditundukkan Brasil 1-2, Chollima dipermak Portugal 0-7 sebelum di laga pamungkas digunduli Pantai Gading 0-3.

Sumber : http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/08/11/221215/1418597/73/fifa-selidiki-rumor-hukuman-untuk-korut?b99110170

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*