FKGH Minta Kepsek Tidak Manipulasi Data Honorer

6031379c2ec484988f00c5b335f3ac244c0851c FKGH Minta Kepsek Tidak Manipulasi Data HonorerManuntun Sinaga Ketua Forum Komunikasi Guru Honor (FKGH) Kabupaten Tapanuli tengah, (Sumut) menegaskan, agar Kepala Sekolah (Kepsek) Negeri di Kabupaten Tapanuli tengah tidak memanipulasi data tenaga honorer yang saat ini tengah di laksanakan oleh Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kabupaten Tapanuli tengah (Pemkab Tapteng).

“Kami sudah mengingatkan para Kepala Sekolah dan pihak pihak yang terkait agar tidak memanipulasi data tenaga honorer, karena bisa diancam pidana,” tegasnya.  Menurutnya, kini sudah ada dugaan upaya dari tenaga honorer untuk memanipulasi data.

Manuntun menambahkan, Kepala sekolah yang bermain dengan tenaga honorer guru untuk memanipulasi data guru honorer tentu akan mendapat pengawasan dari masyarakat, terlebih dari guru guru yang ada di unit kerjanya.

“Pasti akan ketahuan jika kepala sekolah memanipulasi data, Apa lagi guru lain akan bertanya tanya mengapa ada guru honorer baru tiba tiba diangkat sebagai CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) pada hal yang relatif lama masih belum diangkat,” Jelasnya Sabtu (21/8/2010)

Manuntun Sinaga yang merupakan lulusan dari FKIP Universitas HKBP Nommensen itu juga menegaskan Pendataan tenaga honorer di Pemkab Tapanulitengah harus sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) No.5/2010 tentang pendataan ulang tenaga honorer, jika nanti terbukti ada penyelewengan, selain berakibat buruk pada tenaga honorer yang bersangkutan, juga pada BKD dan instansi dimana tenaga honorer ditempatkan.
“Hukuman penyelewengan sudah ada baik administratif maupun pidana, karena itu BKD harus cermat dalam melakukan pendataan,” Jelasnya mengakhiri.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pejabat Sumut akan diperiksa KPK

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*