FKPD Bahas Rencana Operasional Tambang Emas Batang Toru

Gatot: Air Sisa Produksi Tidak Boleh Cemari Sungai

DIABADIKAN-Plt Gubsu dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumatera Utara dibadikan bersama seusai menggelar rapat di Rumah Dinas Gubenur Sumut Jalan Sudirman No 41 Medan, Rabu (14/11).

Medan-andalasPasca dihentikannya operasional akibat bentrok masa pada 30 Oktober 2012, produksi tambang emas yang diusahakan PT Agincourt Resources (AR) di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan akan kembali beroperasi dalam waktu dekat.

Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho, ST menegaskan bahwa air sisa produksi tidak boleh mencemari sungai, karenanya harus dipantau oleh Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Sisa Produksi secara berkala.

Hal itu ditegaskan Plt Gubsu usai melakukan Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Sumatera Utara di Rumah Dinas Gubenur Sumut Jalan Sudirman No 41 Medan, Rabu (14/11).

Rapat dihadiri oleh Ketua DPRD Sumut HM Saleh Bangun, Kapolda Sumut Irjen Pol H Wisjnu Amat Sastro, SH, Kasdam I/BB I Gede Sumertha KY PSc MSc, Ketua Pengadilan Tinggi Sumut Dr Emmy M Mustafa, SH, Pangkosek Hanudnas III Medan Marsma TNI Yuyu Sutisna,SE, Asintel Kajati Raja Nofrizal,SH, Dan Lanud Soewondo Kol PNB SM Handoko, Sekda Provsu H Nurdin Lubis, Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu, Presiden Dir PT AR Peter Albert, Kepala BIN Laksma TNI Djajeng Tirto, Kepala Badan Kesbangpol Linmas Drs Eddy Sofyan, MAP dan elemen lainnya.

Dalam Rapat FKPD tersebut dihasilkan tujuh rekomendasi untuk memastikan operasional pertambangan emas dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak merusak lingkungan.

Baca Juga :  4 tahun, Kec. Ulupungkut Madina minim fasilitas perkantoran

Untuk itu,  Gatot menyebutkan bahwa pihaknya akan mengeluarkan keputusan Gubsu tentang pembentukan Tim Terpadu Pemantau Kualitas Sisa Air Proses Pertambangan PT AR Kecamatan Batang Toru. Tim ini nantinya akan melakukan uji kualitas air secara berkala.

Untuk tahap awal, tim akan melakukan uji coba pengambilan sisa proses produksi PT AR pada tanggal 22 November 2012 pukul 14.00 WIB di Desa Tello Kecamatan Batangtoru. Sampel tersebut akan dibawa ke tiga laboraorium terakreditasi oleh pemerintah, salah satunya adalah Laboratorium Kementerian Lingkungan Hidup di Serpong.

Hasil dari uji laboratorium air sisa proses PT AR akan diumumkan ke publik dengan dihadiri seluruh unsur FKPD Provsu dan FKPD Kabupaten Tapsel, PT AR dan unsur masyarakat.

Kemudian Bupati Tapanuli Selatan akan mengeluarkan izin pelepasan air limbah apabila dua (salah satunya Laboratorium Kementerian Lingkungan Hidup di Serpong) menyebutkan hasil uji sudah memenuhi standar baku mutu sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 202 Tahun 2004.

“Apabila hasil uji laboratorium tidak memenuhi standar baku mutu sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 202 Tahun 2004, maka izin pelepasan air sisa proses tidak akan dikeluarkan,” tegas Gatot.

Selain itu, Rapat FKPD juga mengeluarkan rekomendasi agar manjemen PT AR melibatkanstakeholder dalam pelaksanaan operasional. Kemudian, akan dibuat pakta integritas agar PT AR membangun kemitraan dengan masyarakat lingkar tambang.

Presiden Direktur PT AR, Peter Albert menjelaskan, pihaknya telah membangun istalasi pengolahan air limbah yang canggih dan memastikan bahwa air hasil proses pertambangan tidak mencemari lingkungan.

Baca Juga :  15 Iklan Terbaik 2013 yang Akan Membuat Anda Menontonnya Lagi Dan Lagi ....

Pertambangan dengan investasi mencapai 900 milyar dolar melibatkan 2.700 lebih karyawan menurutnya akan diupayakan semaksimal mungkin mengakomodasi kepentingan masyarakat sekitar.

Selain membahas rencana operasional pertambangan emas di Batang Toru, FKPD juga membahas antisipasi unjukrasa massal buruh pada 19-20 November 2012.

Disepakati akan dilakukan pendekatan persuasif yang dijadwalkan pada hari Jumat (16/11) hari ini di Aula Martabe dengan mengundang seluruh elemen buruh. Apabila unjukrasa tetap dilaksanakan, diharapkan dapat terlaksana secara damai, tertib serta tidak anarkis dan tidak melakukan sweeping ke perusahaan. (WAN) -www.harianandalas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

4 Komentar

  1. TUTUP SAJALAH TAMBANG MAS MARTABE PT AGINCOURT RESOURCES INI, LEBIH BAIK DITUTUP SEKARANG DARIPADA MENIMBULKAN BANYAK PERMASALAHAN LINGKUNGAN DIKEMUDIAN HARI.. JANGAN BERSPEKULASI DENGAN TAILING (LIMBAH) YANG AKAN DIBUANG KE SUNGAI BATANGTORU, KARENA YANG JADI KORBAN NANTINYA ADALAH RAKYAT JUGA;

    • Buktikan dulu apakah benar tambang emas martabe buang air limbah seperti yg dibicarakan orang2…….harus dibuktikan secara empiris dan ilmiah…..demi kemajuan tapanuli selatan

  2. Yang penting bagi saya masyarakat harus ikut serta menyaksikan pengambilan sampel klo perlu tempat pengisian air sampelnya di segel nantinya, klo bisa jgn di desa telo aja klo bisa lebih dr 1 desa,bagi tim pemantau coba di cek juga berapa meter kubik/hari yg mereka buang disungai nantinya itu pun klo sudah benar2 lolos pengujian, sekian saran kami

  3. Yang aneh bagi saya, kenapa TIM UJI COBA KUALITAS SISA AIR PROSES TAMBANG, akan melakukan uji tes di desa TELLO, apa yang mau mereka uji disana pak..? setahu saya sebagai warga Batang toru, di desa tersebut tidak ada air sisa proses Tambang, saran saya kalau memang benar – benar ( jujur ) ingin mengujinya…, di dalam area tambang ( MARTABE ), disana terdapat penampungan sisa air proses tambang ( danau ) yang telah siap untuk di alirkan ke SUNGAI Batang toru. terima kasih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*