Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB) Sumut; Masyarakat Palas Jangan Terprovokasi

peace on kampanye damai berlepas diri dari pemilu 2009 Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB) Sumut; Masyarakat Palas Jangan Terprovokasi
Peace... Please...!

Thursday, 04 February – www.harian-global.com

Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB) Sumut mengimbau masyarakat Kabupaten Padang Lawas (Palas) dapat menciptakan kekondusipan kerukunan umat beragama dan tidak terprovokasi berbagai gesekan yang dapat memicu terjadinya bentrokan atas kejadian pembongkaran rumah warga yang beralih fungsi menjadi tempat peribadatan umat non muslim yang berlokasi dilingkungan VI Pasar Sibuhuan Kecamatan Barumun, belum lama ini. “Berdasarkan data yang ada Kantor Departemen Agama (Depag) Tapanuli Selatan (Tapsel), ternyata di Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas) belum ada berdiri gereja secara resmi,” kata Ketua Forum FKU Sumut Drs H Maratua Simanjuntak didampingi Sekretaris FKUB Sumut JA Perdinandus dan perwakilan 6 tokoh agama Sumut, perwakilan Islam Drs Amas Muda Siregar, Katolik Hubertus Lumbanbatu, Hindu Pandita Mchandra Bose, Majelis Tinggi Agama Khonghucu, (Matakin) Js Munazab, Budha Pdt Thecin Cal SAg yang tergabung dalam kepengurus FKUB Sumut, Rabu ( 3/2 ).

Maratua menegaskan, demi terciptanya kerukunan umat beragama di Kabupaten Palas, maka masalah ibadah merupakan hal yang harus dijaga kerukunannya. Sedangkan hal yang berhubungan dengan rumah ibadah harus merujuk kepada UU maupun peraturan yang berlaku.

Sebab dalam pelaksanaannya, sesuai Peraturan Bersama Mentri Agama dan Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 dijelaskan, kepala daerah bertanggungjawab atas kerukunan ummat beragama, pemberdayaan forum kerukunan ummat beragama dan pendirian rumah Ibadah” katanya.

Berpedoman kepada PBM, terangnya, FKUB tidak campur tangan dengan hal-hal yang berkaitan dengan keputusan maupun kebijakan, baik rapat muspida plus maupun kebijakan pemerintah setempat. Selain itu, FKUB tidak punya wewenang mengenai pendirian rumah ibadah. “Yang ada hanya bersifat sebatas merekomendasi layak atau tidak berdiri suatu rumah ibadat di daerah tertentu,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Maratua berharap agar masyarakat Palas menjaga kebersamaan kerukunan umat beragama dan saling menghormati. Oleh sebab itu, kata Maratua, masyarakat tanpa membedakan agama harus menumbuhkan kebersamaan terhadap sesame warga Palas. “Untuk menjaga kerukunan umat beragama di Palas, kita harus punya prinsip bahwa konpliks yang timbul dikarenakan tersumbatnya komunikasi” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris FKUB Sumut JA Perdinandsus menyatakan, demi terciptanya kerukunan umat beragama di Palas diharapkan masyarakat jangan mau diprovokasi yang dimamfaatkan oleh orang-orang yang tidak menginginkan kerukunan agama di Palas ini.

POST ARCHIVE: This content is 8 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB) Sumut; Masyarakat Palas Jangan Terprovokasifacebook Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB) Sumut; Masyarakat Palas Jangan Terprovokasitwitter Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB) Sumut; Masyarakat Palas Jangan Terprovokasilinkedin Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB) Sumut; Masyarakat Palas Jangan Terprovokasiemail Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB) Sumut; Masyarakat Palas Jangan Terprovokasiprint Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB) Sumut; Masyarakat Palas Jangan Terprovokasi

2 Comments

  1. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada warga palas, Silakan warga palas belajar ke tantom dan sipirok dimana disana ada rasa toleransi beragama, karena pada dasarnya diantara mereka masih terdapat hubungan kekerabatan yang tidak dapat dipisahkan karena perbedaan agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*