FOTO: Gambar-gambar Misterius di Peru

Sebuah tim riset dari Jepang kembali menemukan gambar di permukaan bumi, tepatnya di dataran Nazca, Peru. Satu gambar seperti muka manusia dan satu lagi seperti seekor binatang.

Geoglif, atau gambar di permukaan bumi di dataran Nazca, Peru yang mirip manusia. Foto: www.acartoofar.co.uk

Yoichi Watanabe, Dekan Fakultas Budaya dan Ilmu Sosial Universitas Yamagata menyatakan, gambar muka manusia itu berukuran panjang 4,2 meter dan lebar 3,1 meter. Para peneliti memastikan ada penampakan seperti dua mata, sebuah mulut dan telinga kanan.

Geoglif, atau gambar di permukaan bumi di dataran Nazca, Peru yang mirip tangan. Foto: adventuresinperu.com

Geoglif satu lagi, tampak seperti seekor binatang. Panjangnya 2,7 meter dan lebar 6,9 meter. Meski gambar sudah ditemukan, namun tanggal pembuatan kedua geoglif ini belum diketahui.

Geoglif, atau gambar di permukaan bumi di dataran Nazca, Peru yang mirip manusia. Foto: www.mashipura.com

Sebagai informasi, Nazca terletak di selatan Peru, 400 kilometer dari Ibukota negara itu, Lima. Garis dan bentuk-bentuk aneh di Nazca ini telah lama menjadi objek wisata.

Geoglif, atau gambar di permukaan bumi di dataran Nazca, Peru yang mirip laba-laba. Foto: nazcamystery.com

Oleh UNESCO, pada 1994, kawasan ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia. Di kawasan ini sebelumnya dipenuhi oleh ribuan geoglif, atau gambar di permukaan bumi.

Penemuan dua geoglif di atas menambah kaya koleksi misterius yang diduga dibuat antara 200-600 tahun sebelum Masehi itu.

Sejak Agustus 2010, atas izin dari Kementerian Budaya Peru, tim peneliti Jepang tengah mengkaji situs tersebut. Mereka juga akan mencari hubungan antara geoglif ini dengan sebuah kuil kuno di dekatnya. Berikut foto: Gambar Misterius di Peru Tampak dari Angkasa (Acartoofar.co.uk, Edliadi) (art). (vivanews.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  NASA Kembangkan Teknologi untuk Hadapi Bahaya Asteroid

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*