Gabungan Elemen Rakyat Tapsel Tangkap Truck Kayu Illegal PT. TPL – Dishut Membungkam DPRD Ciut

tpl 1 Gabungan Elemen Rakyat Tapsel Tangkap Truck Kayu Illegal PT. TPL Dishut Membungkam DPRD Ciut
Rakyat Sipirok dan Angkola Timur menggerebek armada truck kayu illegal PT. TPL

Sipirok, Gabungan sejumlah elemen rakyat di Kabupaten Tapsel dipromotori masyarakat Sipirok menangkap armada truck angkut kayu illegal PT. Toba Pulp Lestari (TPL) di jalan umum Desa Situmba ke lokasi Panggorengan. Diiringi puluhan massa, 3 unit truck kayu TPL digiring melalui Jalinsum Padangsidimpuan – Sipirok dan akhirnya dipaksa parkir mejeng di Mapolsek depan Pasar Kota Sipirok.

Dir lsm Aliansi Rakyat Merdeka (Alarm) Achmad RM Hutasuhut bersama puluhan tokoh pemuda Kecamatan Sipirok seperti Faisal Reza Pardede, Bobby Iskandar Siregar, Zulpan Hutasuhut dan puluhan rekannya didampingi Ketua Kelompok Tani Simatoktong Kecamatan Angkola Timur Syawaludin Harahap beserta para anggotanya M. Amin Siregar dkk dari Dusun Hutabaru Desa Pargarutan Dolok dan sejumlah pemuda dari Kota Padangsidimpuan (Psp) pada hari Selasa siang tgl. 28 Agustus 2012 bertempat di jalan umum Desa Situmba menghadang armada truck TPL yang diduga keras mengangkut kayu illegal.

Penangkapan tsb pada mulanya telah dilakukan pengawasan sejak pagi hari di lokasi Hotal. Terlihat beberapa tukang chainsaw menebang kayu dan mencincangnya menjadi potongan kayu bulat panjang 2,4 meter. Siang harinya gabungan elemen rakyat tsb yang memantau dari kejauhan menempatkan beberapa mata-mata yang melaporkan 2 unit excavator memuat kayu bulat dari tumpukan di lokasi Hotal ke atas 3 unit truck Colt diesel No. Pol: BB-8109-BB dengan supior Iwan Silalahi angkut 51 batang kayu, BB-8273-DA dengan supir Boy Sianturi angkut 78 batang kayu, dan BB-8014-DB disupiri Erik Manalu angkut 82 batang kayu.

Setelah berangkat dari areal penebangan di Hotal, ketiga truck kayu TPL sempat istirahat sejenak di areal Panggorengan. Kemudian bergerak kembali menuju Desa Situmba. Sewaktu ketiga truck melewati lokasi Villa milik pribadi Kapolres Tapsel masa kini di Sidangkal, massa yang dipimpin Dir lsm Alarm langsung menghadang lalu menyetop iringan armada truck kayu TPL. Beberapa tokoh pemuda Sipirok kemudian menelpon melaporkan penangkapan tsb ke Polsek Sipirok, dan tak lama kemudian datang mobil patroli Polsek Sipirok mengambil alih ketiga truck tangkapan gabungan elemen rakyat Tapsel.

Diiringi puluhan massa dan dikawal tim Polsek Sipirok, ketiga truck tsb digiring untuk diserahkan ke Mapolsek Sipirok. Pada sa`at itu juga Dir lsm Alarm langsung membuat surat pengaduan dengan tuduhan pengangkutan kayu illegal menggelapkan hak negara korupsi setoran DR & PSDH, yang lalu diterima langsung oleh Kapolsek AKP R. Heru Sulistio lengkap dengan Tanda Terima yang dibuat Penyidik Pembantu AIPDA Supratman.

Baca Juga :  Wakil Ketua PC NU Kabupaten Tapsel ; Tapsel Baru Bisa Maju Jika Dipimpin Figur yang Tidak Emosional

Malam harinya Humas TPL Sektor Tapsel/Psp, Riza Pasaribu yang dikenal sebagai anak Chairudin Pasaribu pimpinan TPL di kantor pusat Gedung Uniland Kota Medan, datang bolak-balik 2 X naik mobil dinas TPl BK-1334-QI dikawal oknum bersenjata laras panjang ke Mapolsek Sipirok coba kasak-kusuk mengemis minta dilepaskan, namun hasilnya dengan memalukan malah diusir pergi meninggalkan Sipirok. Menjelang tengah malam, beberapa tokoh pemuda Sipirok ditelpon oleh petinggi Polres Tapsel yang mengatakan kasus tsb bukan pidana dan menjadi urusan Dishut Tapsel, tetapi ocehannya dicuekin.

Esoknya Rabu 29 Agustus 2012 beberapa pejabat Dishut Tapsel seperti Plt Kadis Aswad Daulay dan Kabid Perencanaan Agus Salim Siregar dikonfirmasi pers via sms, sayangnya tak seorang pun becus memberi keterangan. Bahkan sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Tapsel yang selama ini kuyup bergelimang limpahan materi dari hasil menghambakan diri menjadi antek kontraktor penebangan TPL dan menutup mata terhadap kejahatan TPL mengelapkan hasil penebangan kayu serta korupsi setoran DR (Dana Reboisasi) dan PSDH (Provisi Sumber Daya Hutan), tak seorang pun yang muncul membela ataupun mengurus kasus penangkapan tsb.

Penangkapan tsb ternyata berhasil membongkar kasus tangkap-lepas 5 truck kayu TPL di Dusun Hutabaru Angkola Timur hari Sabtu tgl 11 Agustus 2012 oleh Polres Tapsel. Truck BB-8014-DB disupiri Erik Manalu sebelumnya adalah salah satu dari 5 truck yang ditangkap Kelompok Tani Simatoktong di areal Siturbis-Simandalu. Namun karena saksi pengadunya Amin Siregar petani awam lugu dari Dusun Hutabaru sehingga Surat Tanda Terima Laporannya No. LP/237/VIII/2012/SU/Tapsel telah dipelintir seolah hanya sekedar kasus mengangkut kayu/hasil hutan tanpa dokumen thok.

Akibatnya, Polres Tapsel berkilah dengan mencomot 1 pasal thok dari peraturan kehutanan lalu membuat dalih pembenaran kasus tangkap-lepas pada hari Kamis tgl 16 Agustus 2012. Begitupun gara-gara 1 dari 5 truck tsb berhasil ditangkap kembali, Kapolres AKBP Subandriya yang dikonfirmasi via sms Cuma membungkam. Tokh akhirnya diisuekan menjelang subuh Rabu tgl 28 Agustus 2012 beberapa staf Reskrim Polres Tapsel kerja lembur. Berlanjut esok paginya jam 8.00 Wib M. Amin Siregar mendadak terima SP2HP (surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan) dari Kasat Reskrim AKP Lukmin Siregar menerangkan bahwa kasus yang dilaporkan pengaduan M. Amin Siregar tidak melanggar hukum. Peristiwa surat Sat Reskrim Polres tsb ditanggapi sinis oleh Dir lsm Alarm, “Begitulah seringnya tingkah Polres Tapsel. Kedua penangkapan tsb posisi dan situasi hukumnya persis identik sama tak berbeda secuil pun, tapi karena saksi pelapornya petani yang mungkin bodoh malah makin dibodohi”, kecam Acmad RM Hutasuhut.

Baca Juga :  Masyarakat Tapsel Diminta Jaga Kelestarian Lingkungan

Hingga kini ketiga unit truck TPL angkut kayu illegal tsb masih terus parkir jadi tontonan sehari-hari penduduk Pasar Sipirok. Sementara  tokoh-tokoh penggerak gerakan gabungan elemen rakyat di Tapsel tsb masih terus memantau perkembangan proses hukum kasus kejahatan TPL. Ultimatum serius yang dilontarkan tokoh gerakan elemen rakyat tsb layak menjadi catatan, “Setiap niat dan upaya jahat mengintervensi kasus ini tak peduli dari tingkat manapun, bersiaplah untuk menghadapi aksi demo, prapid dan propam”, ketus mereka. ( ryzach morniff )

tpl 2 Gabungan Elemen Rakyat Tapsel Tangkap Truck Kayu Illegal PT. TPL Dishut Membungkam DPRD Ciut
Dir lsm Alarm perlihat dasar hukum penangkapan truck kayu illegal PT. TPL.
tpl 3 Gabungan Elemen Rakyat Tapsel Tangkap Truck Kayu Illegal PT. TPL Dishut Membungkam DPRD Ciut
Anggota Polsek Sipirok memeriksa truck kayu illegal PT. TPL di Pasar Sipirok.
tpl 4 Gabungan Elemen Rakyat Tapsel Tangkap Truck Kayu Illegal PT. TPL Dishut Membungkam DPRD Ciut
Surat pengaduan gabungan elemen rakyat Tapsel, hal-1.
tpl 5 Gabungan Elemen Rakyat Tapsel Tangkap Truck Kayu Illegal PT. TPL Dishut Membungkam DPRD Ciut
Surat pengaduan gabungan elemen rakyat Tapsel, hal-2.
tpl 6 Gabungan Elemen Rakyat Tapsel Tangkap Truck Kayu Illegal PT. TPL Dishut Membungkam DPRD Ciut
Surat Tanda Terima Penyerahan Barang Bukti kejahatan PT. TPL
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

16 Komentar

  1. pakmorniff tabo gayam ate.

    hati2 bro…. nga huboto ho…..

    na untungdo au dang Di TPL

    antan hatam ketua, jangan terlalu mengobral asa unang dapot ni halak ise do katua

  2. HUMAS TPL di Medan di porsea dan di sektor – sektor termasuk di Tapsel HANYA BISA GIGIT JARI saling serang kata – kata ngak kompak lagi uda saling lemparbatu sembunyi tangan takut dikencingi lagi sama sukamto cina di kantor TPL uniland medan, uda duit banyak habis milyaran rupiah, kayu ngak bisa keluar dari hutan TPn, trus demo lagi di mananmana akibat bodohnya humas-humas TPL juanda panjaitan dkk serakah di kampung orang, dasar orang tolol

  3. Pantas kali memang PT.TPL ini harus diTUTUP oleh kekuatan MASSA. Contoh sektor aek nauli simalungun yang dikomandoi mnager si KURCACI simon sidabukke dongan samargakon , tapi tak pernah ada kenal marga kalau uda jadi penjilat TPL sama – sama perusak lingkungan , maka kami tidak kenal simon sidabukkke ini , sidabukkke par jakarta da on attong. Dulu Simon ini juga mendemo TPL setelah itu diiming -imingi wanita oleh TPL , dia meninggalkan profesinya dosen USI Simalungun menjadi Enviromental TPL , nyatanya merusak lingkungan hutan simalungun, maka pantas kali didemo dulu supaya tambah pendek si simon kece itu……….. Ikut juga si Tagor Manik yang banyak diberitakan Pers karna uda hampir dipastikan akan diciduk KPK karena ikut terlibat dalam pengambilalihan lahan negara menjadi milik pribadi di desa sihaporas areal pinus kerjasama dengan dishut simalungun tahun 2000 an saat semarganya dishut. Tagor ini orang licik mukanya dihiasi cambang dan kumis poersis gorillla yang sedang ngomong. Bagaimana TPL katanya melestarikan alam hutan, humasnya sendiri mencuri tanah negara dan suka berbohong kepada masyarakat. cocok kali ditutup itu TPL , desa sihaporas sampai rondang tanah jawa bakar sekalian ekaliptusnya TPL karena hutan alam sudah dihancurkan TPL dalihdalih HTI nyatanya Ilelegaloging hanya memperkaya perut TPL ini . Pengungsi aceh yang diserbu oleh aparat adalah suruhan si TAGOR MANIK , sekarang bergeraklah masssa dari siantar simalungun hancurkan base kamp aek nauli dan bakar sekalian ekaliptusnya supaya MATA PEMERINTAH TERBUKA melihat sepakterjang siTAGOR MANIK INI

  4. hari ini masyarakat kab simalungun juga ribut…agar TPL hengkang dan keluar dari daerah simalungun,..sebelum ada yg kena sembelih….

  5. HARI INI HUMAS TPL KANTOR UNILAND MEDAN Chairuddin pasaribu sibuk untuk mengunjungi Pamred untuk tidak memberitakan berita2 negatif PT.TOBA PUL LESTARI, untuk mementAHKAN BERITA – BERITA NEGATIF dari kab-kab produksi bahan baku pulp dan pabrik di porsea. Wartawan Analisa dan SIB mau mau saja dengan catatan semua koran diborong oleh TPL di lokasi 7 kab di SUMUT dan setiap pemuatan berita diberi bonus. Yang pasti TPL tidak akan mampu untuk menguangi semua PAMRED dan KORAN di SUMUT. Hanya untuk meyakinkan pemiliknya taipan sukanto tanoto …. beres beres aja……, bentar lagi dirut TPL Batak cina hitam laknat dan kru serta humas bancinya akan diSATE oleh Sukamto……. uda dikasi gaji bulanan…. ama uang tiklep…… kayu tak bisa terangkut dari Tapsel. Salam buat perjuangan kawan – kawan dari Tapsel. Horas dari salah seorang karyawan PT.TPL asal dari Tapsel, kami – kami juga suka memberi informasi rahasia dan tak pernah seorangpun tahu kami sudah tidak menyukai lagi TPL ini, kerja keras atau tidak tetap saja jabatan kami hanya mandor… gaji semua skitar 2 juta perbulan. kami hanya menunggu-nunggu HANCURnya TPL supaya direktur – direktur dan humas gaji yang tinggi sama – sama nanti dikeluarkan sukamto tanoto….. karyawan TPL sekarang sudah tidak berharap lagi sama perusahaan taik kucing ini

  6. walah mereka bakalan kena kencingi..sama sukamto tanoto lagi nih di gedung uni land…..kacien2….para jappurut…ini…..he..he…hee….paten lae mornifff dan team nya ah….

  7. AUDIT KEUANGAN PT.TPL bulan September untuk kebutuhan TAPSEL berjumlah MILYARAN Rupiah, Bos TPL Sukamto Tanoto kalap dan mengobrakabrik kantornya di Singapura dan karyawan kantor pada lari ketakutan karena Tapsel tak bisa dijadikan tambang uang, UANG SUKAMTO uda mulai menipis, kayu tak bisa terangkut dari Tapsel. salah orang – orang TPL di lapangan dikibuli Aparat kehutanan

  8. kasihan si tagor manik, si juanda, si charuddin, si lambertus siregar apalagi si riza pasaribu anak chairuddin uda kena semprot sama si Laksamana Adyaksa(KETUA APINDO SUMATERA UTARA Alumni USU Medan ) Bos Kantor MedanUNILAND bawahan langsung Sukamto Tanoto si cina laknat itu, sudah bertahun – tahun dari mulai buka INDORAYON sampe sekarang TPL, hanya kab. Tapanuli selatan yang ditakuti TPL. TPL kalah sama TAPSEL

  9. Kami Masyarakat dari Balige Tobasa dan Tambunan yang setiap hari menghirup UDARA BUSUK PABRIK INDORAYON TPL dan sekarang bernama GERAKAN TUTUP PT.TPL mengucapkan selamat kepada kawan – kawan pemerhati lingkungan dan cinta lingkungan hutan di Tapsel. Bila Tapsel menolak TPL menjarah hutan… kami di TOBASA tempat pabrik TPL akan menutup pabrik TPL seperti kawan – kawan di Tapsel ini. TUTUP TPL

  10. alhamdulilah…sudah mulai keilihatan kepedulian masyarakat dan tokoh2 di sipirok….sdh seharusnya para penguasa dan pemerintah yang menjalankan pemerintahan Tapsel dan cukong2nya memperhitungkan bahwa tidak semua masyarakat bisa dicurangi…

  11. Bakar juga sekalian truknya-lah, biar rame dan terdengar sampe ke pusat… Bebal dan dengil sekali alat negara dan pengusaha terkutuk ini…
    Selamat berjuang…

  12. Sudah saatnya masyarakat menggugat orang perorang maupun perusahaan yang merusak alam sipirok,untuk di adili sebagai mana yg termaktup dalam UU. Tentang hazat hidup orang banyak,akibat maraknya penebangan ILEGAL Loging rusaknya Prasana Jalan Nasional sudah tidak dapat diterolir lagi..Kami selaku perantau Asal Sipirok dengan Tegas Pada Aparatur Negara untuk dapat menindak penebangan hutan di tapanuli Selatan. Bila hal ini penindakan melenceng dari harapan Masyarakat Sipirok .jangaan salahan Masyarakat melakukan Tindakan sendiri-sendiri.

  13. Buat LSM dan para masyarakat yang peduli dan prihatin terhadap penebangan liar selama ini di Tapanuli Selatan, saya ucapkan Selamat dan mudah-mudahan ini menjadi awal bahwa Kekuatan rakyat dan LSM tidak boleh dianggap remeh oleh penegak hukum di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

    sudah saatnya Aturan hukum ADAT tentang Hutan diberlakukan di seluruh wilayah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

    Penangkatan ini perlu dipublikasi secara Nasional agar mendapat perhatian yang serius dari Tingkat Penegak Hukum di Tingkat Pusat, kalau tidak, maka bisa basi dan ditelan bumi lagi nantinya… di Wilayah Perbatasan Kecamatan Sipirok, Kec. Marancar dan Kec. Batangtoru serta kec. Angkola menjadi sasaran yang empuk bagi penebang liar, jadi usaha pencegahan-pencegahan seperti penangkapan ini menjadi prestasi yang membanggakan….

    Sekali lagi, selamat…..

  14. mudah2 an tdk seperti kasus yg terjadi di polres Tapsel Padang Sidempuan, ditahan tgl. 12 Agustus 2012 tapi dilepas pada tanggal 21 Agustus 2012….. ini Polisi gimana sih ? barangkali perlu dilaporkan ke Ditpropam nih…. ada yang tidak beres sepertinya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*