Gagal Ginjal, TKI Asal Tapsel Meninggal

Minggu, 15 November 2009 – www.metrosiantar.com

kedatangan jenazah yang berada di dalam peti berbungkus plastik putih, diangkut petugas bandara ke kargo

Pemkab Bantu Biaya Pemulangan
TAPSEL-METRO; Pemkab Tapanuli Selatan memberikan bantuan hampir Rp12 juta kepada keluarga Normaini Boru Pulungan Tenaga Kerja Indonesia asal Desa Hutaraja, Kecamatan Muara Batang Toru yang meninggal dunia akibat gagal ginjal di Malaysia pada 2 November lalu. Dana tersebut digunakan sebagai biaya pemulangan tenaga kerja berusia 22 tahun tersebut ke Indonesia.

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Ongku P Hasibuan setelah mendengar kabar meninggalnya anak pasangan Udin Pulungan dan Erna tersebut langsung berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia, sembari memberikan bantuan sebesar Rp11.800.000 ribu untuk ongkos pesawat dari Malaysia menuju Bandara Polonia Medan. Sesampainya di Medan, dengan bantuan BP3 TKI Medan, jenazah Normaida dibawa menggunakan ambulance ke Desa Hutaraja, Kecamatan Muara Batang Toru.

“Untuk pemulangan jenazah TKI asal Tapsel dari Malaysia, Pemkab Tapsel memberikan bantuan dana sekitar Rp 11,8 juta,” ujar Kasubbag Humas, Isnut Siregar didampingi Kabag Kemas Ashari P Lubis, Jumat (13/11).

Sementara itu perwakilan keluarga almarhum Normaini, Ustadz Agus Sulaiman Siregar mengucapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah Normaini hingga ke kampung halamannya.

“Semoga Allah SWT memberikan balasan yang terbaik kepada BP3 TKI Sumut dan khususnya kepada Bupati Tapsel, Ongku P Hasibuan yang telah memberikan bantuan berupa materi untuk biaya pemulangan jenazah almarhumah dari Malaysia ke kampung kami,” ucapnya. (phn)

TKI Ilegal asal Tapsel Tewas

Friday, 13 November 2009 09:55 – www.harian-global.com

Gaji besar mendorong banyak warga negara Indonesia (WNI) nekat merantau ke negeri orang meski harus dengan jalan ilegal. Akibatnya, tidak sedikit juga TKI mendapatkan perlakuan buruk dari majikannya, mulai pelecehan seksual, hingga kekerasan dan sakit. Ujung-ujungnya, nyawa jadi taruhannya.

Sebagaimana terjadi pada Nurmaini binti Nurdin Pulungan. Harapan keluarga ia pulang dari Malaysia dengan kesuksesan punah. Jangankan membawa uang, justru warga Batang Toru, Desa Siambun, Tapanuli Selatan itu pulang dalam keadaan tidak bernyawa.
Jenazah tiba di Bandara Polonia Medan menggunakan jasa kargo penerbangan Malaysia Airlines (MAS) boeing 737 jenis Air Bus yang landing pada Kamis (12/11) sekitar pukul 15.15 WIB.

Selanjutnya, kedatangan jenazah yang berada di dalam peti berbungkus plastik putih, diangkut petugas bandara ke kargo. Mayat itu hanya disambut seorang keluarga bernama Sulaiman, serta Kepala Pj TKI Sumut, H Sumadi.
Keluarga berniat jenazah Nurmaini dikebumikan hari ini Jumat (13/11) di kampung halamannya Batang Toru, Desa Siambun, Tapanuli Selatan.

Kepala Pj TKI Sumut, H Sumadi saat dikonfirmasi Global mengaku bahwa Nurmaini adalah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia termasuk ilegal. Dan korban meninggal disebabkan oleh penyakit.  “Jadi benar ia WNI yang masuk ke Malaysia tanpa izin. Dan karena gejala penyakit lalu meninggal,” ucapnya.  Sementara segala keperluan administrasi pemulangan jenazah, dikatakan Sumadi ditanggung oleh pemerintah dengan cara gotong royong.

“Karena almarhum TKI ilegal, jadi fasilitas yang diberikan, mulai dengan asuransi tidak sama dengan TKI yang legal. Itu pun kita gotong royong,” jelasnya singkat sembari menaiki mobil ambulans.

Pihak keluarga yang menjemput jenazah di kargo Bandara Polonia Medan, enggan memberikan komentar kepada wartawan tentang penyebab meninggalnya korban atau sekadar membeberkan apa pekerjaan korban.
“Maaf ya, saya tidak mau berkomentar. Terima kasih,” ujar Sulaiman kerabat almarhum.

PostLink: https://apakabarsidimpuan.com/2009/11/gagal-ginjal-tki-asal-tapsel-meninggal/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*