Gagal Panen Padi Petani Diserang Hama Tikus

Puluhan hektare tanaman padi sawah di Gunung Tua sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak, Paluta mengalami gagal panen. Hal ini diakibat serangan hama tikus dan hama wereng. Akibat keajdian ini, para petanipun harus merugi jutaan rupiah bahkan ada sebagian petani terpaksa melakukan panen lebih awal, sebelumnya tanaman padi sawahnya habis diserang kedua hama tersebut.

Kondisi paling terburuk dialami petani terjadi di wilayah Tobat, Desa Sitahul- tahul dan Desa Gunung Tua Tonga sekitarnya. Para petani di desa itu hanya bisa pasrah menyaksikan padi sawahnya yang tidak bisa dipanen lagi. Beberapa petani mengaku mengeluh, pasalnya dengan adanya serangan hama tikus dan hama wereng, membuat produksi padi yang dihasilkan para petani menurun drastis. ‘’Bila dalam sekali panen para petani biasanya mampu memproduksi sebanyak 30 karung, tapi karena adanya serangan kedua hama ini, hasil padi yang dihasilkan para petani menurun hingga 10 atau 15 karung,’’ kata salah seorang petani asal Gunung Tua, G Harahap (47), kepada METRO, Minggu (7/8). Diutarakannya,selama ini para petani didesanya hanya berswadaya melakukan pembasmian massal terhadap sarang–sarang tikus yang menyerang tanaman padi mereka. Lalu instansi terkait sudah turun tangan membantu para petani dengan cara memberikan obat pembasmi hama tikus, namun hasilnya bukan semakin berkurang, serangan hama tikus dan hama wereng justru semakin bertambah,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Korupsi Bronjong Sidempuan, Direktur CV Manyabi Group Dituntut 18 Bulan Penjara

Senada juga diungkapkan, M Dasopang. Menurutnya, menurunnya kuantitas hasil panen dan petani juga harus menanggung biaya tanam ulang. Dalam sekali musim tanam tahun ini, sudah tiga kali petani di tempatnya melakukan tanam ulang, akibat dari serangan kedua hama itu.’’Kalau tiga kali tanam berapa? Itu baru persiapan lahan dan benih. Belum pupuk dan perawatannya” pungkasnya. Sementara Kepala Dinas Pertanian Paluta, Aminusin Harahap membenarkan adanya penurunan produksi padi saat ini. Namun, pihaknya telah berusaha membasmi kedua hama tersebut dengan cara membuat program berburu hama tikus bersama petani dan menyediakan obat hama secara gratis di dinas pertanian. (thg/mer)

Metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*