Gajah Liar Masuk Kampung, Warga Tunggang-langgang

3v789 Gajah Liar Masuk Kampung, Warga Tunggang langgang
(Foto: Amran Pikal Siregar)
Gajah berada di pemukiman warga Huta Lombang.

PALAS – Tiga gajah liar mendatangi pemukiman warga Desa Huta Lombang Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Selasa (30/10). Mendapat kunjungan dari tamu tak diundang tersebut, kontan membuat warga panik. Menurut keterangan warga, gajah tersebut datang ke pemukiman pada Selasa (30/10) pagi. Saat itu, ada salah satu warga yang mau menderes kebun karetnya yang berada di sekitar pemukiman Huta Lombang.

“Tiba-tiba, ia melihat tiga gajah melintas. Selanjutnya, ia melaporkan apa yang dilihatnya kepada masyarakat di sekitar Huta Lombang,” ucap Samsuddin menirukan keterangan kabar yang diperolehnya dari masyarakat. Dilanjutkan Samsuddin, awalnya gajah tersebut berjumlah tiga ekor. Namun yang muncul ke pemukiman hanya seekor. “Yang muncul hanya satu ekor. Kalau nggak salah jenis kelaminnya jantan, sedangkan dua gajah lainnya menghilang, atau mungkin pergi lagi ke hutan,” tukasnya.

Hewan berbelalai ini sempat menggegerkan masyarakat Palas dan pengguna Jalinsum Sibuhuan-Huta Lombang. Sebab, gajah tersebut menghambat pengguna jalan yang melintas. Seketika ratusan warga tunggang-langgang.  “Namun tidak ada korban jiwa. Gajah itu hanya menjadi tontonan masyarakat,” terang Sekretaris Dinas Kehutanan Perkebunan Palas Hakim Siregar. Hakim menambahkan, mengetahui peristiwa itu, pihaknya langsung turun ke lapangan bersama Polhut. Gajah diduga  berasal dari kawasan hutan register 39 yang berada di wilayah Desa Huta Lombang.

“Sampai saat ini, kita masih berusaha mengusir gajah dari pemukiman. Meski tidak mengamuk dan melukai masyarakat, warga tetap saja takut,”ucapnya. Disebutkannya, informasi yang beredar ada tiga, namun yang datang ke pemukiman hanya seekor.  Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH melalui Kapolsek Barumun AKP BE Harahap yang ikut turun mengusir gajah, mengatakan, sampai saat ini masih proses pengusiran dari pemukiman warga. “Anggota kita juga masih di lapangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya. Diduga Rumah Gajah Dihancurkan Sedangkan aktivis Gerakan Rakyat Berjuang Kabupaten Palas Mardan Hanafi Hasibuan SH, menyebutkan, seringnya gajah datang ke pemukiman warga harus menjadi tamparan bagi pemkab Palas. Hal itu merupakan teguran, mengingat banyaknya kawasan hutan yang dirambah dan beralih fungsi menjadi perkebunan. “Kuat dugaan kita, gajah liar tersebut datang memberikan peringatan dan teguran kepada manusia agar tidak serakah mengusir gajah dari rumah mereka,” ucapnya.

Baca Juga :  10 Bides Kota Padangsidimpuan Terima Kendaraan Dinas Roda Dua.

“Komisi B DPRD Palas yang membidangi kehutanan, jangan tidur dalam persoalan ini,” tukasnya. (amr)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*