Gaji Belum Lunas, PSMS Terancam Sanksi

MEDAN, KOMPAS.com – PSMS Medan terancam tak dapat mengikuti kompetisi Divisi Utama besutan KPSI lewat operator PT Liga Indonesia (LI). Ancaman itu bakal jadi kenyataan andai manajemen klub –semasa di Indonesia Super League 2011/12– gagal menyelesaikan permasalahan finansialnya. Tunggakan gaji dan sisa kontrak sudah harus lunas sebelum Selasa (30/10/2012) mendatang. Tanggal itu ditetapkan PT LI sebagai deadline verifikasi.

Sekretaris PT LI, Tigor Shalom Boboy, telah mewanti-wanti klub bermasalah untuk segera menuntaskan kendala finansial mereka secepat mungkin. Sanksi tegas telah menanti. Sesuai regulasi PT LI, salah satu poin penentu klub lolos verifikasi adalah status kesehatan finansialnya, apakah berutang kepada pemain atau tidak.

Sebagaimana diketahui, Sasa Zecevic dan kawan-kawan belum menerima enam bulan gaji, plus sisa kontrak (pembayaran uang muka) 10 persen. PT LI berinisiatif mengambil alih tunggakan berkepanjangan lewat subsidi dan kontribusi komersial yang disinkronisasikan dengan hak-hak yang seharusnya diterimakan kepada klub.

Meski demikian, klub tetap dikenai pembayaran kewajibannya lewat pemotongan pendapatannya musim depan. Enam klub yang bermasalah seperti itu adalah PSMS, Persidafon Dafonsoro, PSPS Pekanbaru, Deltras Sidoarjo, dan PSAP Sigli.

Menanggapi persoalan itu, mantan Manajer PSMS pada ISL 2011/12, Benny Tomasoa mengatakan, proses pelunasan hanya melibatkan pihak PT LI dengan pemain. Manajemen klub tidak turut serta, sebab menurut Bento –sapaan akrabnya– hanya bertugas membuat laporan keuangan secara utuh, termasuk lampiran penjelasan gaji pemain dan detail alasan penunggakan.

Baca Juga :  Polisi harus di dukung dalam membrantas Narkoba dikota padangsidimpuan

“Kami tidak mengkhawatirkan soal deadline verifikasi klub. Manajemen sudah membereskan semuanya. Laporan keuangan dan surat persetujuan bahwa PT LI yang langsung bertemu pemain sudah kami layangkan kemarin. Langkah kedua baru verifikasi dan yang terakhir eksekusi oleh PT LI,” kata Bento kepada Tribun di Medan, Rabu (24/10/2012).

Bukankah ini artinya Apakah itu berarti manajemen masih terseok-seok dalam penyelesaian masalah keuangan pascapertemuan para manajer tim dengan PT LI di Hotel Park Lane, Jakarta pada 28 September lalu?

“Bukan begitu. Manajemen sudah melakukan apa yang jadi kewajibannya. Pembayaran itu, mekanismenya person to person, antara PT LI dengan pemain. Kami juga harus pahami, kalau verifikasi itu butuh proses yang tak singkat. Ada tiga orang dari PT LI yang ditugaskan untuk melakukan verifikasi,” ujar Bento membeberkan.

Lebih lanjut dikemukakan Bento, besar kemungkinan akan melakukan pemotongan gaji setiap pemain. Angkanya bervariasi sesuai salinan kontrak masing-masing. Namun yang aneh, Bento menyebut dirinya tak tahu-menahu berapa besar persentase reduksi tersebut.

“Belum sampai ke tahap itu. Kami tak membahas berapa besar bantuan PT LI. Namanya saja bantuan, nggak mungkin kita pertanyakan. Yang pasti, saya sudah komunikasikan hal itu kepada perwakilan pemain (bahwa bakal ada pemotongan),” kata Bento.

Sebelumnya, Sasa Zecevic, Eddy Kurnia, Zainal Anwar, Alamsyah Nasution, dan Zulkarnaen, telah ditunjuk mewakili para pemain PSMS.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pejabat di Padangsidimpuan Dapat Pin Anti Korupsi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*