Pudun Jae Bt. Nadua – Gali Sumur, 5 Pekerja Tersengat Arus Listrik

Lima pekerja bangunan diduga tersengat arus listrik saat bekerja menggali sumur di Desa Pudun Jae, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Batunadua, Kota Psp, Senin (23/8) sekira pukul 16.00 WIB. Dan satu di antaranya, Nelson Situmorang tewas di tempat sedangkan empat rekannya yang lain langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Psp.

605093079dfc56fcb4fe0404533111a4e04f3d5 Pudun Jae Bt. Nadua Gali Sumur, 5 Pekerja Tersengat Arus Listrik
Empat pekerja bangunan saat mendapatkan perawatan di RSUD Psp. Senin (23/8)

Salah satu korban, Khairul, yang ditemui METRO di ruang IGD RSU Psp, mengaku, datang ke kota salak untuk bekerja sebagai tukang gali sumur di Pudun Jae. “Kami baru tiba di Psp, Senin (23/8) pagi. Rencananya, kami hanya bekerja selama tiga hari. Setelah itu langsung pulang ke Medan,” sebutnya.

Menurut Khairul, saat kejadian, dirinya bersama dengan 4 rekannya yang lain, Nelson Situmorang (meninggal,red), Joni, Tonang, dan Jul, sedang membor sumur di lokasi gedung yang dibangun tersebut. “Ketika memegang besi yang naik turun untuk membor, tiba-tiba besi itu menyentuh kabel tersebut. Akibatnya, kami tersengat arus listrik secara bersamaan,” kisahnya sembari merintih kesakitan.

Sopir yang membawa kelima korban dari Medan, Bambang Saputra, kepada sejumlah wartawan di ruang IGD RSUD Psp, menambahkan, ketika peristiwa sengatan arus listrik terjadi, tangan kelima korban seperti dilem ke besi dan sulit untuk dilepaskan. Korban yang meninggal (Nelson,red) diduga tidak mampu bertahan dan akhirnya tewas di tempat. Sementara keempat korban lainnya, meski dalam keadaan yang lemah, masih mampu untuk bertahan dan berjuaang untuk melepaskan tangan dari besi yang bagian ujung atasnya melekat kabel listrik.

Baca Juga :  Demo Kantor Wali Kota, Mahasiswa Bawa Keranda - Tuntut Penyelesaian Kasus Dugaan Korupsi di Pemko Padangsidimpuan

“Korban tewas, Nelson mengalami luka bakar yang serius. Kedua kulit kakinya terkelupas. Sedangkan korban lainnya juga mengalami luka bakar dan juga terkelupas pada telapak kaki,” terang Bambang.

Hal ini terjadi, lanjut Bambang, diduga karena mereka tidak memakai alas kaki saat tersengat arus listrik dan langsung bersentuhan dengan bumi. Pasalnya, air dalam sumur juga ikut muncrat sehingga menyebabkan sengatan listrik. Selanjutnya, bersama dengan warga Desa Pudun Jae, Bambang membawa kelima korban ke RSU Psp untuk mendapatkan pertolongan dengan menggunakan mobil yang mereka bawa dari Medan, satu unit pick up dengan nomor polisi BK 8059 BQ. Lebih jauh Bambang mengaku, dirinya hanya disewa untuk mengantarkan 5 pekerja bangunan tersebut selama 3 hari di Psp. Maka dirinya sama sekali tidak mengetahui siapa pemilik bangunan ataupun bos dari pekerja bangunan tersebut.

“Saya hanya disewa untuk mengantarkan mereka ke Psp selama 3 hari. Kita sudah hubungi keluarga dan rencananya yang meninggal akan dibawa malan ini (kemarin,red) ke Medan sedangkan yang empat lagi masih menjalani perawatan dulu di RSUD Psp,” tukasnya.

Sementara itu, dokter jaga RSU Psp, dr Rina, kepada wartawan, menambahkan, saat sampai di RSU sekitar pukul 16.30 WIB, korban Nelson sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Diduga korban meninggal karena kekurangan oksigen.

Sumber: http://metrosiantar.com/Berita_Foto/Gali_Sumur_5_Pekerja_Tersengat_Arus_Listrik

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Masyarakat 2 Kecamatan Dukung Syahrul Pasaribu

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*