Galian C Beroperasi Tanpa Izin

Satu unit alat berat atau escavator melakukan penambangan galian C di aliran Sungai Barumun, Desa Huta Lombang, Kecamatan Lubuk Barumun, Selasa (11/11). (Parningotan Aritonang / Metro Tabagsel)

PALAS – Aktivitas galian C di aliran Sungai Barumun, Desa Huta Lombang, Kecamatan Lubuk Barumun, Palas, cukup meresahkan warga setempat. Galian C berupa kerikil dan pasir ini beroperasi tanpa izin dari Pemkab Palas.

P Harahap, warga yang ditemui di sekitar lokasi galian C kepada METRO, Selasa (11/11) mengatakan, Pemkab Palas harus segera menghentikan aktivitas galian C ilegal itu dan diharapkan aparat kepolisian juga tidak tutup mata dan dapat berperan aktif untuk menghentikan aktivitas galian C yang tidak mengantongi izin dari pemerintah setempat itu.

“Aktivitas galian C di Sungai Barumun tersebut diperkirakan mencapai ratusan kubik kerikil dan pasir setiap harinya diangkut menggunakan dumtruck, akibatnya air sungai menjadi keruh dan hilangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Palas, karena setahu saya pengelola tidak mengantongi izin galian, sedangkan kami sudah enggan menggunakan air sungai yang keruh akibat galian itu,” ujarnya.

Sementara seorang pengelola galian C di desa itu bermarga Hutagalung saat ditemui di lokasi penambangan, dan ketika ditanya mengenai izin penambangan galian C miliknya, dia malah menjawab dengan gusar.

“Tanyakan sana sama bupati,” ujarnya bernada tinggi sembari mengusir wartawan dari lokasi tersebut.

Sedangkan Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Palas Burhanuddin Harahap melalui Kabid Perizinan Mukhlis Siregar saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan, lokasi penambangan galian C yang berada di Desa Huta Lombang itu, sudah tidak memiliki izin operasi sejak tahun 2013 lalu.

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Mandailing Natal (AMP2M) Tuntut Pj Bupati & DPRD Bentuk Auditor Defisit Anggaran

Dengan kata lain, izinnya telah berakhir. “Pengelola galian C tersebut memang telah mengajukan permohonan perpanjangan izin, namun sampai saat ini izin tidak diberikan kepadanya karena masyarakat di sekitar lokasi penambangan sangat keberatan atas keberadaan galian C tersebut,” ucapnya.

Ketua Lembaga Kajian Informasi Daerah Palas Pandapotan Siregar menyagakan, demi melihat kenyataan yang terjadi di lapangan, disarankan kepada Pemkab Palas untuk tidak lagi memberikan izin operasi pada galian C tersebut, karena dampak negatifnya lebih banyak kerusakan yang ditimbulkan dan tidak adanya konstribusi yang jelas terhadap Pemerintah Daerah Palas. Disisi lain, sikap arogansi si pengelola galian C itu, tentunya akan menimbulkan kesan buruk terhadap Pemkab Palas terutama Bupati Palas H TSO, seakan-akan pengelola mempunyai hubungan emosional.

“Diharapkan Bupati Palas dapat bertindak tegas terhadap galian C tersebut melalui Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi, Badan Perizinan dan Satpol PP untuk segera menutup dan menghentikan aktivitas penambangan di lokasi galian C itu, serta menghitung jumlah kerugian Negara akibat galian tersebut,” ungkapnya.(tan)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*