Ganti Rugi Pertapakan Tower SUTET Sipirok Tidak Transparan

5083532425 30959627e3 Ganti Rugi Pertapakan Tower SUTET Sipirok Tidak Transparan Pembayaran uang ganti rugi tanah pertapakan tower jaringan listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) kepada masyarakat Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, tidak transparan.

Demikian anggota DPRD Sumatera Utara, Mulkan Ritonga kepada Analisa melalui telepon selulernya, Selasa (11/1).

Dikatakan, ketidak transparanan itu telihat dari tidak adanya sosialisasi kepada masyarakat dan besaran uang ganti rugi tidak dijelaskan besarannya, malah terkesan adanya intimadasi agar warga memasrahkan tanahnya dijadikan pertapakan tower Sutet.

Menurut informasi dan investigasi lapangan yang dilakukan anggota DPRDSU asal Dapil Sumut 6 (Tapsel, Madina, Palas, Paluta, P.Sidimpuan) itu, oknum yang melakukan intimidasi kepada warga pemilik lahan yang dijadikan pertapakan tower SUTET adalah pemerintahan daerah.

Bahkan berdasarkan masukan yang diterimanya, pembangunan tower SUTET tersebut sama sekali tidak pernah memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkab Tapsel. Ironisnya lagi, pembangunan dan penempatan tower SUTET itu disebut-sebut tidak memiliki izin.

“Sudah banyak informasi dan desakan-desakan masyarakat yang disampaikan kepada kita, agar melakukan peninjauan ulang dan mengambil tindakan atas pembangunan tower SUTET di Sipirok,” kata Mulkan Ritonga yang juga Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut itu.

Disinggung mengenai mantan Camat Sipirok, AR, yang kini menjadi tahanan Kejaksaan Negeri P.Sidimpuan Cabang Sipirok, karena diduga telah melakukan pemotongan biaya administrasi ganti rugi lahan pertapakan tower SUTET, Mulkan memberi apresiasi dan dukungan kepada Kejaksaan yang telah mengungkap masalah ini.

Baca Juga :  Tapsel Coba Produksi Wine dari Salak Merah

Menurutnya, tudingan yang selama ini dialamatkan kepada orang-orang yang mengkritik keberadaan SUTET di Sipirok, tidaklah benar. Dimana selama ini perjuangan mereka dituding hanya untuk kepentingan pribadi.

“Selama ini, orang-orang yang mengkritik keberadaan SUTET di Sipirok selalu dicemooh, dan perjuangannya itu disebut cuma demi kepentingan pribadi. Sekarang dengan ditahannya AR, maka terbuktilah bahwa perjuangan itu semata demi kepentingan masyarakat luas dan Sipirok khususnya,” terangnya. (hih) (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*